Penentuan Pimpinan Dewan Tunggu Keputusan dari Parpol

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua Sementara DPRD Jateng, Bambang Kusriyanto, menyampaikan bahwa sampai saat ini pihaknya belum dapat menentukan jadwal penetapan pimpinan dewan definitif dan keanggotan alat kelengkapan dewan (AKD).

Menurutnya, penetapan pimpinan dewan definitif masih harus melalui beberapa tahapan. Yang jelas, prosesnya harus melewati tahap musyawarah di masing-masing parpol.

Hal itu disampaikan Bambang kepada wartawan yang menemuinya di Ruang Rapim Lantai 1 Gedung Berlian, Rabu (4/9).

“Nantinya, digelar rapat paripurna dulu untuk menentukan pimpinan dewan definitif. Diusahakan, proses yang terjadi itu bisa dilakukan secara musyawarah untuk menentukan komposisi AKD. Karena, kami juga masih menunggu dari keputusan parpol dalam penentuan pimpinan di DPRD,” kata Bambang yang didampingi Wakil Ketua Sementara, Sukirman, dan Sekwan Urip Sihabudin.

Ditanya soal komitmen DPRD ke depan, mengingat parpol pemenang adalah PDI Perjuangan yang notabene bukan parpol oposisi, Bambang yang juga politisi PDIP itu meminta semua pihak tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut. Karena selama ini, meski gubernur juga berasal dari PDI Perjuangan, kritik untuk kepentingan pembangunan daerah tetap dilaksanakan.

“Sebenarnya fair-fair saja karena untuk menentukan anggaran juga pasti ada perdebatan. Yang jelas, ada solusi untuk membangun daerah dan melaksanakan program-program pemerintah,” tegasnya.

Sementara soal disiplin dewan, ia mengakui kedisiplinan waktu itu perlu ditingkatkan. Salah satu upayanya yakni berkomunikasi aktif terhadap masing-masing dewan. Dari situ diharapkan, dewan yang baru dilantik bisa memperbaiki kedisiplinannya dan ikut mengubah imej mengenai tidak disiplinnya para anggota dewan saat mengikuti rapat.

“Sebagai contoh, kedisiplinan itu dapat dilihat dari kehadiran dalam rapat paripurna. Kalau perlu, setiap dimulai rapat, dewan yang tidak hadir akan disebutkan nama-namanya sehingga semua bisa tahu bahwa ada dewan yang izin, sakit, atau lainnya. Diharapkan pula, setiap fraksi bisa mengawasi para anggotanya ke depan,” katanya.

Beberapa wartawan juga mempertanyakan mengenai perkembangan parlemen modern di DPRD Jateng. Menjawabnya, Wakil Ketua Sementara DPRD Jateng Sukirman menjelaskan bahwa sampai sekarang pemanfaatan teknologi tetap digunakan dalam penyerapan aspirasi aspirasi.

“Pada 2016, DPRD Jateng berhasil meraih penghargaan sebagai penggagas parlemen modern di Indonesia. Dalam perkembangannya, setiap individu dewan dituntut atau setidaknya melek media sosial karena pengaruhnya sangat besar dalam komunikasi kepada masyarakat. Saat ini, DPRD Jateng sudah memiliki media online dan media sosial dalam penyerapan aspirasi masyarakat,” kata Legislator dari Fraksi PKB itu.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *