Cegat Gubernur dan Bernyanyi, Bocah TK Dapat Hadiah

SEMARANG (Asatu.id) – Dalam beberapa kunjungan kerjanya, Gubernur Ganjar Pranowo sering menemui dan mengalami hal-hal spontan sekaligus menarik.

Ketika berkunjung ke Desa Banaran Kelurahan Wonoboyo Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jumat (23/8), Ganjar juga dikagetkan tingkah seorang anak kecil.

Ya, seorang bocah kecil tiba-tiba berlari di tengah jalan saat Ganjar Pranowo melintas bersama rombongan. Dengan berani, bocah kecil yang diketahui bernama Hastuti Putri itu melambaikan tangan ke Ganjar dan menyalaminya.

Ia berlari sendiri tanpa ditemani ibunya. Tak hanya berani mencegat gubernur, Putri juga dengan percaya diri bernyanyi di hadapan Ganjar.

“Halo pak, nama saya Putri, saya mau salim,” kata gadis itu sambil mencegat dan melambaikan tangan ke Ganjar di depan jalan.

Melihat itu, Ganjar langsung menyalami Putri. Sambil tersenyum, Ganjar pun langsung memeluknya dan bercanda.

“Namanya siapa? Oh Putri. Putri bisa nyanyi tidak, ayo nyanyi,” kata Ganjar.

Tanpa ragu, Putri langsung bernyanyi lagu Balonku Ada Lima. Usai bernyanyi dengan lancar, Ganjar pun memuji Putri dan memberikannya hadiah.

“Kamu hebat, suaranya bagus sekali. Kalau sekolah naik apa?mau saya belikan sepeda tidak,” tanya Ganjar dijawab ‘Iya’ dengan girang oleh Putri.

Awalnya, kedatangan Ganjar ke desa tersebut untuk memberikan bantuan sembako dan rehab rumah tidak layak huni. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Pesta Rakyat Jawa Tengah 2019 yang dihelat mulai Jumat (23/8) hingga Minggu (25/8) nanti.

Selama tiga hari itu, Ganjar bakal mengikuti sejumlah kegiatan. Seperti funbike, berselawat bareng Habib Syech hingga main ketoprak.

Pesta Rakyat HUT Jateng tahun ini diselenggarakan di beberapa titik di Wonogiri. Sebanyak 22 rangkaian acara bakal digelar selama perhelatan berlangsung. Ada pameran UMKM, job fair, bedah rumah, lomba desain batik, Jateng Bersalawat, parade kostum, pertunjukan ketoprak hingga musik dari band Cokelat.

“Sampai Minggu saya di sini. Kalau nanti malam berselawat bareng Habib Syech, besok malam saya main ketoprak. Di sini sampai akhir acara pokoknya,” kata Ganjar usai upacara pembukaan di Alun-alun Wonogiri.

Kemeriahan Pesta Rakyat sudah mulai dipertontonkan sejak upacara pembukaan tersebut. Selain parade kentongan sebagai simbolisasi dimulainya rangkaian acara, juga ada pertunjukan tari kolosal Kethek Ogleng dari ratusan pelajar Wonogiri.

“Hari ini menyenangkan sekali, saya datang disambut oleh kethek. Saya malah membayangkan kalau misalnya mereka menari dalam jumlah seribu orang pasti lebih luar biasa. Dan ternyata Wonogiri itu sejuk banget, padahal saya mengira panas,” terangnya.

Tari Kolosal Kethek Ogleng itu merupakan pengibaratan kerja tangkas sekaligus guyub yang ditunjukkan warga Jawa Tengah. Dua sifat itulah yang dijadikan dasar tema besar HUT ke-69 Jateng yakni Ngrumat Bebrayan atau merawat kebersamaan.

“Ngrumat Bebrayan implementasi komplet dari persatuan Indonesia. Hari ini kita tumbuhkan itu. Bebrayan mesti dirumat,” katanya.

Dengan alasan itu pula, Pesta Rakyat HUT Jateng selalu bergeser dari kota satu ke kota lain setiap tahun. Sebelum Wonogiri, pelaksanaan pesta rakyat digelar di Pemalang. Konsepnya pun tidak jauh berbeda, pemerintah dan masyarakat tumplek blek jadi satu.

“Ini kan pestanya rakyat Jawa Tengah. Sementara Jawa Tengah itu luas sekali ada 35 kabupaten/ kota. Makanya penyelenggaraan selalu bergeser, tidak hanya di Semarang, karena memang Jateng itu bukan hanya Semarang,” katanya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *