Biogas dari SampahOrganik, Solusi Hemat Pengeluaran

WONOGIRI (Asatu.id) – Sampah organik yang banyak dihasilkan dari rumah tangga, kini mulai dimanfaatkan untuk menghasilkan biogas.

Setidaknya, Kelompok Tani Hutan Agni Mandiri dari Musuk Boyolali sudah melakukannya. Kegiatan itu diawaliS sejak Program Kampung Iklim dikenalkan pemerintah pada 2016 lalu.

Ketua Kelompok Tani Hutan Agni Mandiri, Setyo mengatakan, pemanfaatan sampah organik menjadi biogas diyakini memberikan solusi atas persoalan banyaknya sampah organik yang selama ini kurang dimanfaatkan dengan baik. Pihaknya pun memperkenalkan biogas mini rumahan dari drum plastik. Biogas mini itu menjadi sistem daur ulang sampah organik rumah tangga.

“Caranya sangat mudah. Cukup dengan memilah sampah organik rumah tangga, seperti sisa makanan, sayuran dan buah-buahan yang sudah tidak layak konsumsi, dan air bersih, kemudian dimasukkan dalam digester,” jelas Setyo saat ditemui di stan Perhutani dalam pameran Kriya Dekranasda Jateng di GOR Giri Mandala, Wonogiri, Jumat (23/8)

Instalasi dengan kapasitas digester 200 liter, kata dia, dapat menghasilkan biogas untuk memasak selama 30 menit sampai satu jam per hari.  Pemanfaatan sampah organik menjadi biogas ini, selain dapat menghemat pengeluaran untuk membeli elpiji, juga membiasakan masyarakat hidup bersih, sehingga derajat kesehatannya meningkat.

Untuk pemasangan instalasi, menurut Setyo, sangat murah. Hanya Rp 2 juta, penerima manfaat akan memiliki satu reaktor dan mendapat pelatihan penggunaan, pembuatan dan panduan perawatan biogas.

“Maka kami punya slogan Ubah Sampah Jadi Duit. Bukan dengan menjual sampah menjadi duit. Tapi dengan memanfaatkan sampah bisa menghemat keuangan keluarga,” beber Setyo.

Pemanfaatan sampah organik menjadi biogas ini, mendapat apresiasi dari Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono KS. Pemanfaatan tersebut mendorong masyarakat hidup bersih karena mereka otomatis akan menyisihkan sampah organiknya untuk pembuatan biogas. Mereka juga turut berkontribusi dalam mengurangi produksi sampah.

Karena itu, Sekda meminta agar KTH Agni Mandiri terus mengkampanyekan untuk menularkan pemanfaatan sampah organik menjadi biogas. Sehingga lebih banyak masyarakat yang mengikuti jejaknya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *