Sri Puryono: Pramuka Harus Berinovasi

SEMARANG (Asatu.id) – Gerakan Pandu dan Pramuka sebagai organisasi pendidikan telah mempunyai prinsip dasar dan metode pendidikan kepramukaan. Untuk itu, gerakan Pramuka harus mencari model atau cara baru sebagai solusi dari setiap masalah dengan mengedepankan inovasi.

“Prinsip dan metode itu harus tetap dipegang teguh. Seraya gerakan Pramuka juga melakukan inovasi-inovasi dalam kegiatan kepramukaan agar sejalan dengan tantangan zaman dan kebutuhan tidak hanya kaum muda tapi juga semua usia,” beber Sekda Jateng Sri Puryono, saat memberi sambutan pada Pelantikan Pengurus Daerah Himpunan Pandu dan Pramuka (Hipprada) Jawa Tengah di Gedung Despra Jateng, Rabu (21/8).

Menurut Sekda, pelaksanaan kegiatan kepramukaan sedapat mungkin harus diupayakan melakukan perbaikan dan perubahan agar sejalan dengan kebutuhan di zaman milenial. Maka semua bersama-sama menyatukan langkah, merumuskan kata dan makna Hipprada.

“Kemudian menyatukan visi, misi, kebijakan, serta program kerja ke depan untuk mencapai kesamaan pandangan  dalam menata Hipprada. Jangan lupa ciptakan kreasi dan inovasi dalam pemikiran, serta langkah nyata untuk memajukan Hipprada,” pintanya.

Gerakan Pramuka sebagai wadah pendidikan karakter bagi kaum muda. Menekankan pentingnya hal ini, Pramuka harus siap sedia bersama seluruh komponen bangsa untuk membangun keutuhan NKRI dengan keragamannya. Semua harus menyadari bahwa sekarang hidup dalam sebuah lingkungan global yang sangat dinamis.

“Saya prihatin beberapa waktu terakhir ini, terjadi permasalahan yang cukup kritis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Maraknya berita bohong atau hoaks, ujaran kebencian, saling merundung baik antarsuku, agama, dan golongan masih kerap terjadi,” ucapnya.

Padahal para pendiri negara ini, lanjut Sri Puryono, dengan tegas menyatakan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, lengkap dengan lambang Garuda Pancasila yang kakinya menggenggam untaian pita bertuliskan ‘Bhinneka Tunggal Ika’ berbeda-beda tetapi tetapi satu tujuan. Slogan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda tapi satu, beragam latar belakang tetapi menyatu dalam NKRI.

“Silakan berkontribusi membangun NKRI dari hal-hal yang ringan. Salah satunya jangan bosan mengingatkan yang muda untuk peduli lingkungan, tidak menyampah, dan meminimalisasi penggunaan plastik,” pintanya.

Selain melantik Tedjo Wibowo sebagai Ketua Hipprada Jateng beserta pengurus Hipprada Jateng masa bakti 2019-2023, Ketua Umum Hipprada Haryono Suyono melantik Ketua Dewan Pembina Jateng, Sri Puryono yang juga merupakan Sekda Jateng dan Dewan Penasihat Kwarda Jateng.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *