Terima Permintaan lewat WA, Ganjar Ladeni Foto Bersama Parkibra Kecamatan Wadaslintang

SEMARANG (Asatu.id) – Anggun Nuzula (16) dan 49 anggota Paskibra Kecamatan Wadaslintang Wonosobo akhirnya bisa bertemu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, merki awalnya hanya bermodal pesan via WhatsApp. Pertemuan berlangsung di Puri Gedeh Semarang, Selasa (20/7) sore.

Awalnya, Anggun dan kawan-kawannya anggota Paskibra Kecamatan Wadaslintang hanya nyeletuk, akan sangat bahagia jika bisa memiliki foto bareng Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan mengenakan seragam Paskibra.

Karena momen bisa jadi anggota pengibar bendera belum tentu terulang. Di tengah kebingungan bagaimana caranya meminta, Anggun dan kawan-kawan akhirnya menemukan jalan.

“Pak Sekretaris Kecamatan mendengar itu lalu memberi saya nomor telepon Pak Ganjar. Akhirnya saya WA beliau ingin foto bareng dan silaturahmi,” kata Anggun.

Tidak lama berselang setelah berkirim pesan, Anggun kaget pesannya dibalas oleh Ganjar. Obrolan mereka pun berlanjut. Ganjar, kata Anggun, mempersilakan seluruh anggota Paskibra Kecamatan Wadaslintang berkunjung ke rumah dinas Puri Gedeh.

“Beliau bertanya mau berkunjung malam ini atau besok pagi? Mendapat balasan itu saya malah yang bingung sendiri. Lha kok ternyata cepat banget direspon Pak Ganjar. Saya balas, saya koordinasi dulu dengan teman-teman. Akhirnya disepakati kami datang hari Selasa jam lima sore di Puri Gedeh,” ungkapnya.

Benar saja. Anggun dan kawan-kawan didampingi Muspika Wadaslintang meluncur menggunakan bus. Untuk sampai Semarang mereka harus menempuh perjalanan selama enam jam.

Begitu turun dari bus, mereka langsung berbaris layaknya formasi pengibaran bendera, berjalan menuju ruang pertemuan. Setelah menunggu beberapa saat, Ganjar pun menyapa satu per satu dan langsung menanyakan orang yang telah menghubunginya.

“Kemarin yang WA saya mana orangnya?” tanya gubernur.
Anggun langsung angkat tangan dan maju ke samping Ganjar. Ganjar lantas menanyakan nama, asal sekolah dan alasan kedatangan mereka. Dengan sedikit bergetar tangannya ketika memegang mic, Anggun menjelaskan.
“Kalau mau foto ya sini. Ayo foto terus kalian pulang,” tutur Ganjar yang membuat Anggun dan kawan-kawannya tertawa.

“Jadi mereka kemarin habis bertugas mengibarkan bendera WA saya mau foto dan silaturahmi. Meski tingkatannya di kecamatan, tapi proses mereka juga luar biasa karena telah mengikuti proses seleksi dan latihan yang tidak mudah,” terang Ganjar.

Mereka pun berbincang sekitar setengah jam. Ganjar mengatakan tugas Paskibra sebenarnya bukan sekadar mengibarkan bendera ketika HUT ke 74 Republik Indonesia. Menjaga persatuan dan selalu memiliki semangat berjuang memajukan bangsa adalah yang utama.

“Pertemuan ini hanya simbol, yang utama adalah saling menularkan semangat kebangsaan dan persatuan,” bebernya.

Begitu selesai berkisah, Ganjar meminta para anggota Paskibra mengenalkan satu persatu. Setelah selesai, giliran mereka berfoto bersama. Jika biasanya sesi foto hanya sekali, untuk anggota Paskibra Kecamatan Wadaslintang sesi foto lebih dari tujuh kali.

“Seneng banget. Meski lelah ikut seleksi, proses latihan dan terutama perjalanan ke sini enam jam, rasanya terbayar tuntas, bahkan lebih. Karena bisa foto dan ngobrol dengan Pak Ganjar,” kata Jalaludin, salah satu anggota Paskibra lainnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *