Gus Yasin : Tidak Perlu Ada Pancasila Syariah

SURAKARTA (Asatu.id) – Wakil Gubernur Jawa Tengah H Taj Yasin Maimoen dengan tegas menyampaikan tidak perlu ada Pancasila Syariah. Pernyataan itu menjadi sikapnya atas hasil Ijtima Ulama IV yang menyerukan NKRI Syariah.

“Akhir-akhir ini ada yang ini menjadikan Pancasila Syariah. Perlu adik mahasiswa ketahui, kita sebagai umat Islam telah diberikan contoh oleh panutan kita Nabi Agung Muhammad SAW. Kalau kita mau mengikuti beliau, maka kita harus memahami bagaimana beliau bernegara. Bukan hanya beragama,” tandasnya saat memberikan pidato kunci dalam kegiatan Seminar Nasional Pancasila sebagai Platform Pembangunan Nasional dan Kebudayaan, Senin (19/8) di Universitas Sebelas Maret.

Wagub berpandangan, apabila Nabi Muhammad SAW memberikan contoh bahwa bernegara harus memakai hukum agama, maka tidak akan mungkin ada Piagam Madinah. Faktanya, Piagam Madinah itu dibuat Rasulullah.

Pada bab 27 tentang agama, Nabi Muhammad  menuangkan agama Yahudi pada angka pertama, Nasrani pada angka kedua, dan baru Islam di angka berikutnya.

“Artinya apa? Di sebuah tatanan negara yang Beliau emban, adalah melindungi seluruh masyarakat yang ada di Madinah kala itu. Maka di sinilah pentingnya, sesuainya Pancasila terhadap apa yang diajarkan Rasul,” jelasnya.

Apabila umat Islam ingin Pancasila bersyariah, lanjutnya, cukup dengan melaksanakan syariat Islam. Nilai-nilai agama lah yang harus ikut mewarnai Pancasila.

“Dalam Pancasila sudah ada aspek agama, sosial, budaya. Seluruhnya sudah terdapat dalam Pancasila. Apa yang kita ragukan? Soal agama sudah di sila 1. Maka nilai-nilai agama yang harus ikut mewarnai dalam Pancasila,” ajaknya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *