Renovasi Capai 80 Persen, Stadion Jatidiri Dilengkapi Tribun untuk Difabel

SEMARANG (Asatu.id) – Renovasi Stadion Jatidiri hingga saat ini sudah mencapai sekitar 80 persen. Pembangunan yang dimulai sejak 2016 optimistis rampung tepat waktu, yakni pada 2020 mendatang.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, Sinoeng N Rachmadi mengungkapkan, tahun ini renovasi Stadion Jatidiri sudah memasuki tahap keempat yang ditargetkan selesai pada akhir Desember, dengan anggaran lebih dari Rp139 miliar. Pada tahap ini, terbagi dalam empat pekerjaan, yaitu arsitektur yang sudah dimulai Juni, lintasan atletik (mulai Juli), space frameyang menyambung atap tribun timur hingga utara (mulai Agustus), dan landscape di luar area stadion (mulai Juli).

Ditambahkan, selama 84 hari pekerjaan, progress-nya positif. Dari target 11,823 persen, bisa terealisasi 11,904 persen, atau mengalami deviasi positif. Dia optimistis pekerjaan tahap itu akan selesai pada sisa waktu 148 hari.

“Saya akan kawal terus. Saya menggunakan pendekatan hati pada para pekerja. Pekerja tidak sekadar takbayar takkon ngerampungke, tapi mereka juga bagian keluarga saya,” tegasnya, di sela peninjauan di Stadion Jatidiri, Jumat (9/8).

Mantan Kepala Biro Humas Setda Provinsi Jawa Tengah itu membeberkan, stadion itu memiliki kapasitas 25 ribu-30 ribu penonton, dengan kursi perorangan (single seat) berwarna beda di setiap tribun. Ada empat tribun, yakni tribun barat untuk penonton VVIP, tribun utara dan selatan bagi masyarakat umum, dan berbeda adalah tribun timur, yang memrioritaskan penonton difabel.

“Fasilitasnya tentu kami sesuaikan dengan kebutuhan para penyandang disabilitas. Sehingga mereka memiliki hak untuk menonton pertandingan dengan nyaman,” ujar Sinoeng.

Pada stadion, terdapat lapangan sepakbola berukuran 105 meter x 68 meter dengan standar internasional, lintasan atletik sebanyak delapan track, berstandar internasional yang akan tersertifikasi IAAF. Di sekelilingnya, dilengkapi pula dengan perlengkapan dan peralatan olahraga lompat jauh, lempar martir, lempar cakram, tolak peluru, lompat galah, dan lari halang rintang (steeplechase).

Disinggung mengenai anggaran renovasi Stadion Jatidiri, Sinoeng mengungkapkan, penganggaran dilakukan bertahap, dengan besaran yang meningkat setiap tahun. Pada 2016, dana yang dialokasikan sekitar Rp22 miliar, 2017 sebanyak Rp40 miliar, 2018 tercatat Rp84 miliar, dan 2019 meningkat tajam menjadi Rp139,8 miliar.

Mengenai pengeluaran dana renovasi ini pihaknya mengatakan ada beberapa tahapan yakni untuk tahun 2016, sebesar Rp 22 miliar, tahun 2017 dana dikeluarkan mencapai Rp 40 miliar, tahun 2018 Rp 84 miliar, dan tahun 2019 mencapai Rp 139 miliar.

“Dana renovasi ini bersumber dari APBD Jawa Tengah. Ini menjadi suatu kebanggaan bagi kita semua, dan kelak bisa menjadi monumen dan sport tourism destination,” tandasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *