Hindari Plastik, Panitia Kurban Masjid Baiturrahman Siapkan 5000 Besek

SEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bersama istri dan putra semata wayangnya, mengikuti rangkaian kegiatan sholat idul adha di lapangan Pancasila Simpanglima Semarang, Minggu (11/8).

Usai sholat, Ganjar kemudian mengajak keluarganya menyerahkan hewan kurban kepada panitia Masjid Raya Baiturrahman Simpanglima Semarang. Seekor sapi berjenis Limosin dengan berat 1,2 ton menjadi hewan kurban Ganjar sekeluarga, tahun ini.

“Ada banyak nilai yang didapat dari peringatan hari raya kurban. Dan tentunyan peringatan hari raya kurban ini selalu memawa kebahagiaan pada semua masyarakat,” kata dia.

Selain nilai ketakwaan, ada juga nilai-nilai lain yang dapat diteladani dari peringatan hari raya kurban. Di antaranya nilai solidaritas, persatuan dan kesatuan bangsa.

“Dengan berkurban, maka kita bisa berbagi rezeki kepada sesama. Kalau kita melihat seperti ini, ini bagian dari upaya membangun Ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab,  dan ada persatuan yang luar biasa. Banyak nilai yang bisa diberikan, suasana ini memberikan kegembiraan kepada kita,” terangnya.

Tak lupa, Ganjar juga meminta kepada semua panitia kurban untuk tidak menggunakan plastik saat membagikan daging kurban. Ganjar mengimbau agar penggunaan plastik digantikan dengan besek, daun dan bungkus lain yang lebih ramah lingkungan.

“Sudah saya sampaikan jauh-jauh hari agar nantinya daging dibagikan tidak menggunakan plastik, tapi bisa menggunakan besek, kreneng, daun dan lainnya. Saya memang berusaha untuk mendorong langkah-langkah kecil dalam upaya pengurangan sampah plastik,” tutupnya.

Di Masjid Baiturrahman Semarang sendiri, panitia kurban hingga pagi ini telah menerima 15 ekor sapi, satu ekor kerbau dan 24 ekor kambing. Nantinya, hewan-hewan kurban itu akan dipotong dan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Sesuai arahan bapak Gubernur, tahun ini kami tidak menggunakan plastik untuk membungkus daging. Kami sudah siapkan 5000 besek untuk membungkus daging dan dibagikan kepada masyarakat,” kata Takmir Masjid Baiturrahman Semarang, KH Multazam Ahmad.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *