Tengah Malam Ganjar Kumpulkan Pejabat Kudus

SEMARANG (Asatu.id) – Usai bupatinya, Muhammad Tamzil diciduk KPK, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, langsung gerak cepat untuk menstabilkan roda pemerintahan di Kabupaten Kudus. Secara khusus Ganjar memerintahkan Wakil Bupati Kudus memimpin gerakan Kudus Baru. 

Mengawali gerakan Kudus Baru itu, Ganjar bahkan harus turun sendiri memimpin High Level Meeting pada Minggu (28/7) tengah malam.

Rapat diikuti oleh Sekda Provinsi Jawa Tengah, Wakil Bupati Kudus, Sekda Kabupaten Kudus, dan pejabat di lingkungan Pemkab Kudus lainnya.

Foto-foto kegiatan rapat juga sempat diunggah oleh akun Twitter @diskominfokudus dan diretwet oleh @ganjarpranowo.

Ganjar mengatakan, rapat tersebut bertujuan untuk mendampingi Pemerintah Kabupaten Kudus agar tidak mandek walaupun Bupati Kudus sudah dijadikan tersangka KPK.

“Saya meminta kepada Wakil Bupati Kudus untuk segera mengirimkan surat ke KPK, untuk meminta koordinasi superfisi pencegahan korupsi. Supaya didampingi KPK. Hari Seninnya (29/7) saya juga minta pak Bupati untuk menyelenggarakan apel dan berbicara Kudus Baru,” terangnya, Selasa (30/7).

Kudus Baru yang dimaksud Ganjar yakni dengan mereformasi seluruh pola pikir dan cara kerja ASN yang ada di Pemkab Kudus. Maka tidak ada lagi titik-titik rawan yang bisa memberikan kesempatan munculkan korupsi baru.

“Titik-titik rawan ini harus didampingi oleh KPK dan dibuatkan sistem informasinya, pengelolaan gratifikasinya, dan pemerintahannya,” imbuhnya.

Ganjar menegaskan, ada aturan promosi terbuka dan sudah ada UU ASN yang mengatur promosi jabatan tersebut.

“Tapi mengapa Pemkab Kudus tidak mau melakukan itu. Padahal ada panselnya dan semua transparan. Tapi kalau memang di dalam ASN tidak mendukung, maka negosiasi bawah meja akan berjalan karena saling menikmati. Ini kan perselingkuhan yang sempurna dan dia (Bupati Kudus) menikmati semuanya,” beber orang nomor satu di Jateng ini.

Dirinya berharap ada ASN yang merasa terganggu dengan perilaku korup tersebut dan mau melaporkannya. Maka supaya semuanya bisa terbongkar.

“Maka benar sudah terbongkar dan saya yakin ini akan didalami lagi oleh KPK. Dugaan saya tidak akan berhenti di sini (bupatinya) saja,” tegasnya.

Berkali-kali Ganjar selalu mengingatkan dalam berbagai kesempatan. Bahkan melalui grup Whatsapp yang ada di ponsel genggamnya.

“Saya terus sampaikan hal-hal yang bisa mencegah (korupsi) di antara kita. Kita ingatkan terus. Ya dia (Bupati Kudus) saja yang nekat,” tutupnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *