Walikota Semarang Apresiasi Baznas yang Berikan Bantuan Peralatan Sekolah di Kampung Tambakrejo Semarang

Badan Amil Zakat (Baznas) Kota Semarang memberikan bantuan perlengkapan sekolah ke anak-anak Kampung Tambakrejo, Semarang

SEMARANG (Asatu.id) – Walikota Semarang apresiasi langkah responsif Badan Amil Zakat (Baznas) Kota Semarang yang telah memberikan bantuan perlengkapan sekolah ke anak-anak yang berada di hunian sementara Tambakrejo, Tambaklorok Kota Semarang.

“Harapannya dengan adanya bantuan perlengkapan sekolah, anak-anak warga Tambakrejo yang rata-rata bersekolah di bangku TK, SD dan SMP ini bisa melangsungkan pendidikan dan kegiatan sekolah, meski hidup di Hunian Sementara,” katanya, Jumat (12/7).

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Semarang, Arnaz Agung Andrar Asmara membenarkan, bantuan perlengkapan sekolah itu diberikan kepada sebanyak 55 anak yang orangtuanya merupakan warga Tambakrejo yang terdampak program normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKB) Kota Semarang.

“Ada sebanyak 55 anak mereka (penghuni Huntara Tambakrejo) yang menerima,” ungkap Arnaz

Arnaz mengungkapkan, jika tujuan diberikannya bantuan perlengkapan sekolah supaya, meski anak-anak itu hidup di pengungsian atau huntara dengan segala keterbatasannya itu tetap mempunyai semangat untuk bersekolah.

“Harapanya agar spirit anak-anak menyambut tahun ajaran baru bersemangat. Kemudian dengan fokus kegiatan belajar, bisa melupakan apa yang sedang terjadi dan situasi yang dihadapi mereka saat ini,” katanya.

Selain memberikan perlengkapan sekolah, Arnaz menambahkan, dalam waktu dekat Baznas juga akan memberikan bantuan berupa Al-Quran sebagai perlengkapan mereka untuk memperdalam ilmu agama.

“Intinya, ini (pembagian perlengkapan sekolah) bukan program Baznas yang terakhir ke mereka. Tapi masih ada lagi program sosial sebagai bentuk kepedulian kepada sesama, terutama warga dan anak-anak warga Tambakrejo,” imbuhnya.

Sebelumnya disampaikan, Warga Kampung Tambakrejo terpaksa tinggal sementara di Huntara sembari menunggu proses pembangunan Kawasan Kampung Nelayan di atas tanah timbunan yang dulunya merupakan Sungai Kalimati. Hal ini sebagai imbas dari normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur yang saat ini dalam tahap pengerjaan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *