Dewan Minta Pemprov Jateng Maksimalkan Promosi ASG 2019

Diskusi Prime Topic bertajuk Asean School Games: Rajut Solidaritas Raih Prestasi, di Hotel Getz Semarang, Rabu (10/7)

SEMARANG (Asatu.id) – Promosi penyelenggaraan Asean School Games (ASG) 2019 di daerah-daerah, khususnya di Jawa Tengah, dinilai kalangan DPRD Jateng masih kurang maksimal. Anggota Komisi E, M Zen Adv pun meminta pihak penyelenggara untuk memaksimalkan persiapan yang tinggal sepekan lagi ini.

Menurut M Zen, Pemprov Jateng harus terus berkoordinasi dengan Pemerintah kabupaten/kota untuk mempromosikan ASG yang penyelenggaraannya di Kota Lunpia dan beberapa daerah lain di Jawa Tengah ini.

Pemprov, tambah politisi PKB itu, seharusnya mengimbau kepada pemerintah kabupaten/kota bahwa Jawa Tengah kali ini menjadi tuan rumah ASG 2019.

“Sudah sekian tahun ini, kita belum pernah menjadi tuan rumah. Oleh karena itu, sampai hari ini kami masih melihat promosinya masih belum maksimal,” kata Zein saat diskusi Prime Topic bertajuk Asean School Games: Rajut Solidaritas Raih Prestasi, di Hotel Getz Semarang, Rabu (10/7).

Dalam diskusi yang dipandu Prast tersebut, selain menghadirkan nara sumber M Zen juga menampilkan Kabid Keolahragaan Disporapar Jateng, Kuncoro Dwi Wibowo dan Sekretaris Umum KONI Jateng, Heny Setyowati.

Ajang olahraga yang digelar di Semarang pada 17-25 Juli 2019 itu bakal diikuti sekitar 1.400 pelajar se-Asia Tenggara. Ada 117 nomor yang dipertandingkan yang terdiri dari 59 nomor putra, 54 nomor putri, dan 4 nomor ganda.

Sebagai wakil rakyat, M Zen pun mendorong agar Pemprov Jateng bisa memaksimalkan waktu satu minggu ini sebelum pembukaan ASG pada 17 Juli mendatang. Karena pihaknya ingin Jawa Tengah sukses sebagai tuan rumah dalam perhelatan ASG 2019.

“Meskipun event ini untuk pelajar yang mengedepakan solidaritas dan kebersamaan, saya berharap pemerintah daerah bisa menggaungkan momentum ini. Tentu keterlibatan masyarakat untuk mendukung event olahraga ini semakin besar. Seperti kita lihat di gelaran Asian Games di Palembang dan Jakarta kemarin, karena keterlibatan Pemda setempat partisipasi masyarakatnya luar biasa,” ungkap Zen.

Dalam ajang ini, total atlet Indonesia yang ikut ASEAN School Games ada 210 orang. Jawa Tengah ikut mengirimkan 45 atlet dan pelatih, nomor dua terbanyak setelah Jawa Barat yang mengirimkan 49 atlet dan pelatih.

Di sisi lain, ada sembilan cabang olahraga yang akan dipertandingkan di ASEAN School Games tahun ini. Provinsi Jateng bakal mengikutsertakan semua atletnya pada setiap cabang olahraga yang dipertandingkan.

Untuk kesuksesan acara ini, Disporapar Jateng terus melakukan koordinasi dengan dinas terkait, salah satunya Diskominfo Jateng dalam melakuka promosi ke masyarakat terkait penyelenggaraan ASG besok. Termasuk persiapan venue-venue pertandingan.

Venue pertandingan cabang olahraga (cabor) ASG tersebar di beberapa tempat, diantaranya Kampus Unika, Unnes, USM, GOR Jatidiri, GOR UIN Walisongo dan GOR Tri Lomba Juang, Mugas.

Ada sembilan cabang yang dipertandingkan yakni renang, atletik, bulutangkis, bola basket, bola voli, sepak takraw, tenis, tenis meja, dan pencak silat.

Sementara, Kabid Keolahragaan Disporapar Jateng, Kuncoro Dwi Wibowo menyatakan bahwa hingga saat ini, Disporapar Jateng terus melakukan koordinasi dengan dinas terkait, salah satunya Diskominfo Jateng dalam melakukam promosi ke masyarakat.

“Tentu (promosi) itu terus kita lakukan. Karena kita ingin Jateng berhasil dalam penyelenggaraan ASG 2019 ini. Untuk venue-venue juga kita sudah siap,” ujarnya.

Venue pertandingan cabang olahraga (cabor) ASG tersebar di beberapa tempat, di antaranya Kampus Unika, Unnes, USM, GOR Jatidiri, GOR UIN Walisongo dan GOR Tri Lomba Juang, Mugas.

Narasumber lain, Sekretaris Umum KONI Jateng, Heny Setyowati menuturkan, Jawa Tengah menjadi gudang untuk pembinaan prestasi. Di Jawa Tengah ada beberapa program PPLP, ATSOCB itu adalah untuk membina atlet atlet yunior dan ini menjadi satu pondasi bagaimana Jawa Tengah mengembangkan olah raga prestasi.

“Saya lebih memfokuskan dengan keberadaan Asean School Game di Jateng menjadi satu moment yang sangat besar untuk kita, terutama untuk anak anak kita, harus kita eksplore ke luar ini sangat penting sekali. Anak–anak kita yang berlaga nantinya di ASG 2019 akan mengenal negara, atlet lain,” katanya.

Pengenalan ini, lanjut Heni, menjadi sangat penting untuk perkembangan mental mereka juga sosial budaya. Bagaimana mereka berinteraksi pada saat pertandingan dan ini belum mereka dapatkan. “Sehingga mereka dengan event nanti akan banyak sekali mendapatkan benefit dari berbagai hal termasuk pengembangan mental mereka.” tuturnya.

Menurut Heny, yang berlaga disini sangat penting, karena masih banyak yang manja. Ini yang perlu dibentuk, bahwa disiplin itu sangat penting.

Pembukaan ASG akan dilangsungkan di Holy Stadium Marina pada Kamis, 18 Juli dan penutupan akan digelar di kompleks Candi Borobudur, Magelang.(adv).

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *