USM Gelar Simposium Hadirkan Narasumber Dari Boston dan Australia

SEMARANG (Asatu.id) Universitas Semarang (USM) dalam rangka Dies Natalis Ke-32 menggelar international symposium “Establishing a World Class University” di Auditorium Ir Widjatmoko USM pada Selasa malam (9/7).

Kegiatan yaang dibuka oleh Rektor Andy Kridasusila ini menahadirkan narasumber dari Boston University USA Assoc Prof Magaly Koch, Monash University Asutralia Assoc Prof Jennifer Oxley, dan Ketua Pendiri USM Prof Dr H Muladi SH dengan moderator Datuk Dr Sabri Mohamad Sharif dari UTeM Malaysia.

Menurut Andy saat ini USM berkolaborasi dengan para peneliti internasional agar USM bisa lebih maju dan meningkat kualitasnya dibidang akademik dan teknologi agar bisa go internasional sehingga membuat para mahasisswa dan dosen bangga.

“Dengan kerja sama luar negeri yang sudah terjalin dengan baik kami berharap para dosen maupun mahasiswa bisa memanfaatkan kerja sama ini dengan meningkatkan join reseach,” katanya.

“USM telah menjalin kerja sama dengan UTem Malaysia, National Dong Hwa University Taiwan, Boston University USA, Tufft University USA dan lain-lain, dan kerja sama internasional ini akan terus kita tingkatkan,” tambahnya.

Sementara Ketua Pembina Yayasan Alumni Undip Prof Dr Muladi SH mengatakan bahwa hasil dari kegiatan ini USM tidak hanya bicara masalah lokal maupun nasional saja, namun juga masalah internasional seperti standart perguruan tinggi internasional yang dikenal dengan world class university.

“Saat ini perguruan tinggi di Indoenesia yang masuk kategory world class university masih kecil untuk itu kita harus mampu menstandarkan dengan internasional, kita tak boleh merasa besar, kerja sama dengan luar negeri harus ditingkatkan baik bidang penelitian, pengabdian, kultur Indoensai, dan kajian masalah HAM,” ungkap Muladi.

“Target kita masuk kesana baik lembaga maupun kualitas mahasiswa seta kurikulum, research dan budaya, baik budaya akademis, jadi uiversitas sebagai organisasi pembelajaran di masa lalu dan masa depan, tak hanya kemampuan individual yang hebat yang ditingkatkan tapi harus power sharing, dialog, team learning dan pendekatan sistem untuk mencapai tujuan yang sama” tambahnya.

Selain itu lanjut Muladi, transparansi, kontrol, dan tranformasi nilai-nilai harus dilihat sebagai satu kesatuan atau ketahanan nasional juga harus diperhatikan.

“Kalau kita memiliki reputasi baik maka akan menarik mahasiswa luar untuk datang ke USM, dan kita juga join reseach dengan perguruan tinggi luar negeri, ini salah satu indikator untuk mencapai world class university” tambah Muladi.

Menariknya dalam acara ini moderator Dr Sabri Mohamad Sharif memetik kata-kata bijak dari Presiden RI Pertama Soekarno “terbangkan ambisimu hingga ke bintang, bermimpilah setinggi langit, setidaknya saat kamu jatuh kamu akan jatuh diantara bintang-bintang”.

Sabri menambahkan tentang prediksi Bloomberg bahwa di tahun 2030 Indonesia akan menjadi negara besar keempat dunia dibidang ekonomi setelah China, US, dan India.

“Dengan rangkaian acara ini semoga menjadi salah satu cara untuk menuju ke world class university,” tambah Sabri.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *