Satpol PP Kota Semarang Temukan Drum Limbah yang dibuang Secara Ilegal

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Fajar Purwoto Kota Semarang melakukan sidak di lokasi yang diduga sebagai tempat pembuangan limbah illegal di RT 9 RW 1 Kelurahan  Mayaran, Kecamatan Semarang Barat, Kemarin.

Ratusan limbah dalam bentuk cetak padat drum ditemukan di bantaran Sungai Banjir Kanal Barat (BKB) Semarang. Temuan limbah itu berjarak sekitar 200 meter dari instalasi pengolahan air baku PDAM Tirta Moedal BUMD Kota Semarang.

“Ada ratusan drum, ini mengandung bahan kimia jika dibiarkan ada kemungkinan air PDAM bisa tercemar,” kata Fajar Purwoto.

Lebih lanjut Fajar mengungkapkan, Pihaknya belum bisa mencurigai siapa yang sengaja membuang limbah yang tergolong dalam bahan berbahaya dan beracun (B3) tersebut. Beberapa bagian sample dibawa Satpol PP untuk dilakukan penelitian kandungan zat kimia di dalamnya.

“Ada laporan dari masyarakat, kami tindak lanjuti, sample kami bawa untuk koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup. Nantinya,  akan diteliti manakala ada zat kimia, ini air baku yang dikonsumsi warga Semarang. Jika ini bahan kimia, bahaya ini, kasihan warga,” katanya.

Dari temuan itu, Fajar menyayangkan tidak adanya tindakan Lurah Ngemplak Simongan dan Lurah Manyaran, pasalnya, limbah itu ditemukan dibelakang tak jauh dari Kantor Kelurahan Ngemplak Simongan yang berbatasan dengan Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat.

“Saya sayangkan baik lurah Manyaran dan Ngemplak Simongan kok tidak keliling mengecek, masa harus nunggu laporan masyarakat dan Satpol PP malah turun tangan,” ujarnya.

Pihaknya juga langsung mengecek lokasi sekitar, lantaran di area itu merupakan kawasan industri. Apakah ada pabrikan yang sengaja membuang limbah berbahaya tersebut.

Sementara itu,  Humas PDAM Tirta Moedal Kota Semarang,  Joko Purwanto mengatakan, terkait adanya penemuan limbah yang dekat dengan IPA PDAM tersebut, kini sudah ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk proses penelitian kandungan limbah itu lebih lanjut. Dan pihaknya juga sudah mengecek langsung setelah berkoordinasi dengan kepala bagian produksi, untuk kualitas air baku di sungai tersebut masih dalam kondisi aman.

“Untuk jenis kandungan limbah  itu saat ini masih diperiksa oleh DLH, sedangkan untuk kualitas air PDAM sendiri belum tercemar dan kualitasnya masih bagus,” imbuhnya. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *