Persiapan Sirkuit MXGP Sudah 80 Persen, Ini Pesan Lain Wakil Walikota

SEMARANG (Asatu.id) – Progres arena balap MXGP di kawasan Bukit Semarang Baru (BSB) Mijen sudah mencapai sekitar 80 persen. Penilaian itu disampaikan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G. Rahayu setelah melakukan pengecekan persiapan sirkuit, Senin (8/7).

Dalam pengecekan itu, beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD) ikut terlihat saat peninjauan lokasi sirkuit tersebut. Di antaranya, Kepala Diskominfo, Bambang Pramusinto, Kepala Dinpora, Suhindiyo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Sapto Adi, Sekretaris Dishub, Kusnadir beserta para stafnya dan pihak pembuat sirkuit PT ASI.

Ita, sapaan akrab Wakil Wali Kota Semarang, menilai sangat penting persiapan balap motor kelas internasional itu. Ita terlihat serius menanyakan progres sirkuit beserta kelengkapannya kepada PT Arema Sirkuit Internasional (ASI) juga kepada Kepala Dinpora dan Diskominfo.

Saat menanyakan progres sirkuit kepada PT ASI, Ita ingin pekerjaan sirkuit berupa perlengkapannya segera dikebut, sebab waktu pelaksanaan even MXGP tinggal menyisakan waktu efektif tiga hari.

“Kita cek progres sirkuit, dari PT ASI menyampaikan paling lambat, Kamis ini jadi. Sehingga pada Jumat, Sabtu dan Minggu sudah siap digunakan. Selasa (9/7) akan kita pantau lagi perkembangannya melalui rapat dengan pihak terkait,” ujarnya.

“Untuk sirkuit nanti penyelesaiannya kita masih menunggu youth stream ke lokasi, Rabu ini. Ini kita finishing karena lahannya sudah ada bekas penyelenggaraan tahun lalu. Untuk progres sirkuit sekitar 80 persen. 20 persen lainnya tinggal pernak-perniknya,” sambungnya.

Ita menginginkan agar ada tambahan informasi seperti pemasangan baliho di sekitar jalur masuk area tersebut. Sehingga even tersebut bisa diketahui masyarakat luas dan bisa menarik banyak penonton.

Sementara promosi sudah digencarkan melalui media sosial dan sebagainya. Nantinya juga terdapat berbagai stand kuliner dan UMKM yang lokasinya di luar lokasi, sehingga manfaat even ini bisa dirasakan masyarakat luas.

“Gregetnya ketika kita masuk memang kurang. Jadi nanti perlu ditambah bentuk umbul-umbul dan baliho. Tapi sudah kita sampaikan ke Diskominfo untuk menanganinya biar ada gregetnya walau nanti pasti banyak sponsor yang masuk,” tandasnya. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *