Primadona Ekspor, Tekstil Jateng Ikut Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Nasional

SEMARANG (Asatu.id) – Industri tekstil di Provinsi Jawa Tengah berhasil menembus pasar mancanegara. Potensi sekaligus prestasi ini pun tidak dapat dipandang sebelah mata.

“Ekspor kita pada Mei ini surplus dan salah satunya adalah tekstil. Untuk tekstil Jawa Tengah ekspornya nomor satu, tetapi kebanyakan adalah pakaian jadi,” terang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Arif Sambodo, saat mendampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menerima kunjungan kerja Tim Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Setjen Wantannas), di ruang kerja Wagub, Kamis (4/7) lalu.

Arif Sambodo menambahkan, meski produk tekstil Jawa Tengah jadi primadona ekspor, namun beberapa kendala masih dihadapi. Seperti minimnya bahan baku kapas, keterbatasan untuk memproduksi jenis kain tertentu, hingga persoalan lingkungan.

Pihaknya menegaskan, keberlangsungan industri tekstil mesti didorong karena merupakan industri padat karya yang hingga kini mampu bertahan di tengah tantangan era revolusi industri 4.0.

“Ini perlu dijaga keberlanjutannya karena meskipun berhadapan dengan era revolusi industri 4.0 namun tetap bertahan,” tegasnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga terus mengembangkan kawasan industri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Upaya tersebut sejalan dengan optimisme pemerintah pusat bahwa Pemprov Jateng mampu mendongkrak pertumbuhan ekonominya pada kisaran tujuh persen.

Tak hanya mendongkrak pertumbuhan ekonomi dengan mengembangkan sektor industri, putera ulama kharismatik KH Maimoen Zubair itu menjelaskan, Pemprov Jateng mendorong perusahaan menyediakan rumah susun bagi tenaga kerja mereka.

“Kita dorong pembangunan rusunawa untuk buruh. Alhamdulillah salah satu pabrik tekstil Pan Brothers mau membangun seribu tapak, meskipun belum bisa membangun rusun karena investasinya mahal. Ini solusi agar masyarakat yang bekerja di perusahaan bisa lebih dekat dan terkontrol. Perusahaan juga kita dorong untuk menyediakan jasa transportasinya,” jelasnya.

Gus Yasin, sapaan akrab wakil gubernur melanjutkan, Pemprov Jateng juga berupaya meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, salah satunya mempersiapkan pelajar SMK untuk siap masuk dunia kerja, bahkan diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri sebagai wirausaha muda. Sebagai generasi muda, mereka juga ditanamkan nilai-nilai integritas agar menjadi pribadi yang berkarakter.

Senada dengan Gus Yasin, Deputi Pengembangan Setjen Wantannas, Marsekal Muda TNI Sungkono menilai, di tengah era revolusi industri 4.0, kompetensi yang perlu dimiliki oleh masyarakat Indonesia sekarang adalah kemampuan berkreasi dan berinovasi. Kompetensi tersebut juga merupakan bagian dari wujud bela negara saat ini.

“Dalam revolusi industri 4.0, inovasi, kreativitas, dan literasi juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Sehingga masyarakat siap membela negara dengan modal kemampuan itu. Itu harus diawali dari pejabat negara yang memiliki open mind, open heart, open will serta mampu mentransformasikan itu dengan baik,” ujarnya sembari tersenyum. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *