Ganjar: Usai Putusan MK Peran Oposisi Itu Penting

SEMARANG (Asatu.id) – Para tokoh, termasuk Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebut, pidato dari Joko Widodo dan Prabowo Subianto pasca putusan sidang Mahkamah Konstitusi dinilai sebagai finish hiruk pikuk Pilpres. Meski demikian, menurut politisi PDIP itu, peran kontrol politik harus tetap dilakukan, baik dari kalangan kritis maupun oposisi.

Dengan keputusan MK tersebut, pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dipastikan bakal melenggang ke istana. Agar kehidupan berbangsa ini seimbang harus ada yang mengambil peran sebagai kontrol politik.

Menurut Ganjar, kontrol politik tersebut memiliki peran penting dalam rel memajukan bangsa ini. Peran tersebut seyogyanya tetap diambil oleh para intelektual maupun oposisi.

“Kritik-kritik menurut saya masih tetap penting. Teman-teman yang ingin melakukan kontrol-kontrol politik mau peran apapun, mau pakai label apapun kelompok kritis boleh kelompok oposisi tidak apa-apa. Dan itu akan menjadi baik untuk perbaikan Indonesia ke depan,” kata Ganjar di Semarang, Jumat (28/6).

Perbaikan tersebut menurut Ganjar telah diawali dengan pidato dua tokoh sentral politik tanah air, Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Meskipun dalam pidatonya usai pembacaan keputusan MK, Prabowo Subianto mengaku kecewa terhadap putusan itu.

“Saya sangat senang apa yang menjadi statement Pak Prabowo, beliau menyampaikan dengan segala argumentasi, kecewa tapi terima. Menurut saya itu sikap kecewa yang manusiawi. Tapi secara konstitusional beliau menerima dan ini akan mendinginkan situasi,” katanya.

Sementara, Joko Widodo yang memberikan sambutan bersama KH Ma’ruf Amin mengatakan dirinya bukanlah presidennya kelompok tertentu, namun presidennya seluruh orang Indonesia. Dua pidato itulah yang menurut Ganjar sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia saat ini.

“Kalau dengan putusan MK semua sudah selesai. Maka seluruh hiruk pikuk politik finish. Itu dua statement dari dua kandidat yang tadi malam sudah ditetapkan pemenangnya, Pak Jokowi, Itu membikin damai semuanya. Hari ini kita butuh itu,” katanya.

Ganjar pun berharap agar pendukung dua tokoh tersebut berangkulan. Saling membuat narasi positif, dan tidak lagi memproduksi meme, video maupun tulisan yang bisa melukai salah satu pihak. Dia juga menggarisbawahi agar tidak menggunakan akun-akun anonim, karena akan membuka pintu laku yang tidak bertanggungjawab.

“Kita menyiapkan Indonesia yang jauh lebih baik. Kita mesti membuat narasi yang positif. Yang menang, kelompok pendukungnya Pak Jokowi tidak perlu menyakiti. Teman-teman dari 02 mesti harus bisa menerima. Narasinya tidak perlu saling meledek, tidak usah saling membuka luka lama. Sekarang kita dorong yang ke depan saja,” katanya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *