Kenalkan Budaya Indonesia, USM Gelar Cultural Ecology Summer Camp

Para peserta Summer Camp foto bersama dengan Rektor USM

SEMARANG (Asatu.id) – Kenalkan Budaya Indonesia, Internasional Office (IO) Universitas Semarang (USM) gelar Cultural Ecology Summer Camp dengan tema Java Is The Asia, yang dilaksanakan selama enam hari penuh yakni Senin (17/6) hingga Sabtu (22/6) mendatang.

Pembukaan Cultural Ecology Summer Camp dengan tema Java Is The Asia sendiri langsung di buka oleh Ketua Yayasan USM Prof H Abdullah Kelib SH, yang dihadiri oleh Rektor USM Andy Kridasusila SE MM, dan Wakil Rektor I USM Prof Dr Dra Hardani Widhiastuti, MM, Psikolog.

Dalam Kesempatan itu, Ketua Yayasan USM Prof H Abdullah Kelib SH mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, dimana kegiatan non akademik tersebut merupakan salah satu bukti keberhasilan USM menyelenggarakan kegiatan internasional.

“Dengan kegiatan ini, diharapkan USM akan lebih dikenal di kancah Internasional. Terlebih dalam kegiatan tersebut dapat memperkenalkan keanekaragaman budaya yang dimiliki Indonesia khususnya di daerah Jawa Tengah,” katanya, Senin (17/6).

Sementara itu, Rektor USM Andy Kridasusila SE MM mengatakan, melalui kegiatan tersebut, diharapkan dapat terjalin sinergitas antara USM dengan perguruan tinggi dari luar negeri.

“Kegiatan kemahasiswaan maupun akademik, kalau kita mengacu pada Kementrian ristek dikti dan pendidikan tinggi, itu salah satu indikatornya adalah bagaimana kita dapat menjalin sinergi dengan perguruan tinggi di luar negeri. Baik itu pertukaran mahasiswa untuk aktivitas kuliah maupun untuk aktivitas lainnya seperti saat ini yang berkaitan dengan budaya,” katanya.

“Konteks itu yang kemudian kami sikapi, kita kemudian menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan baik itu budaya, lingkungan, kemasyarakatan, maupun lainnya,” tambahnya.

Sementara Prof Dr Dra Hardani Widhiastuti MM mengatakan, program ini adalah program dari pemerintah. yaitu internasionalisasi kampus yang dapat dilaksanakan dalam bentuk berkala seperti summer camp dan jangka waktu dilakukan kegiatan ini dalam satu tahun sekali.

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan Indonesia khususnya Jawa Tengah, dan yang mengikuti kegiatan ini mahasiswa dari luar negeri tidak hanya S1 tetapi sampai S3.

“Kampus juga tidak hanya mengundang tetapi juga mengirimkan, sehingga tidak serta merta mengangkat edaran Kemenristek Dikti,” ujarnya.

Cultural Ecology Summer Camp dengan tema Java Is The Asia sendiri diikuti oleh 17 mahasiswa baik dalam maupun luar negeri yang berasal dari 8 negara. Adapun nama-nama peserta diantaranya, Ana Katrina C De Guzman dari Filipina, Bih Hua Liew dari Malaysia, Clarissa T Rivera dari Filipina, Dienorrita Binti Basri dari Malaysia, Euclid Ferrer Infante dari Filipina, Faten Ermala Che Othman dari Malaysia, Ha Mai Thy dari Vietnam, Nguyen Thanh Lam dari Filipina, Nguyen Thi My Giau dari Vietnam, Nur Hanna Salsabila Muhammad Nasir dari Malaysia, Nurul Ain Simbolon Binti Rizal dari Malaysia, Panupong Sangtong dari Thailand, Rakatovao Mamitiana Mariah dari Madagascar, Silas Hamenyimana dari Brundi, Sulaiman Tayeh dari Thailand, dan Nurtilek Kadyrov dari Republik Kyrgyz.

Terkait konsep kegiatan kegiatan Cultural Ecology Summer Camp dengan tema Java Is The Asia, Ketua Panitia Tatas Transinata SPd MPd mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan adalah meliputi kegiatan perkuliahan, culture tentang budaya seperti menari, gamelan, masakan.

“Sedangkan untuk yang dilakukan di luar kota  yang pertama di Maerokoco dan Lawang Sewu , kemudian ke Magelang ke Candi Borobudur, Volcano Tour dan Keraton, kemudian ke Dieng di Telaga warna yang di sana melakukan observasi tentang gejala alam, Geothermal dekat Kawah Sikidang, Dieng Theather dan Candi Arjuna yang akan mempelajari tentang sejarah rambut gembel. Kemudian yang terakhir tour budaya Sampokong dan kota lama dan ada perpisahan,” paparnya.

Dengan kegiatan Culttural Ekologi tersebut, harapannya mahasiswa dapat mempelajari tentang lingkungan sekitar dimana pesisir, pantai, hutan, dan gunungnya di bilang representative Asia dimana di Jawa semuanya ada, yang diharapkan dapat ikut melestarikan lingkungan di Jawa.

“Sehingga mahasiswa dapat benar-benar mengonservasi lingkungan alam dan budayanya kehidupan sosial dan sebagai agen perubahan yang sudah baik dan lingkungan kembali asri,” tambahnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *