Akhir Tahun Ini Pemprov Jateng Punya BUMD Migas

SURAKARTA (Asatu.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan Desember 2019 atau akhir tahun ini Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) minyak dan gas bumi (Migas) sudah berdiri di Jateng.

Pembentukan BUMD Migas berbadan hukum Perseroan Daerah (Perseroda) tersebut akan mengelola migas yang ada di berbagai daerah dari hulu hingga hilir.

“Kami menargetkan Desember 2019 BUMD migas dengan nama PT Sarana Migas Jateng sudah terbentuk. Karenanya, kami perlu dukungan banyak pihak, terutama dukungan anggota Bapemperda DPRD Jateng,” ujar Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekda Jateng, Peni Rahayu, pada Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Optimalisasi Pengelolaan Migas Jawa Tengah Oleh BUMD”, di Hotel Alila Surakarta, Jumat (14/6).

Dia menyebutkan, kegiatan usaha Perseroda sektor migas tersebut meliputi hulu minyak dan gas bumi, hilir minyak dan gas bumi, bahan bakar nabati, serta jasa penunjang minyak dan gas bumi.

Dalam rangka menunjang kegiatan usaha tersebut, BUMD juga membentuk anak perusahaan bekerja sama dengan pihak ketiga.

Potensi lapangan sumur tua migas banyak tersebar di berbagai daerah. Di antaranya Lapangan Semanggi, Kabupaten Blora sebanyak 87 titik sumur, Lapangan Banyubang Blora 31 titik sumur, Lapangan Nglobo Blora 44 titik sumur, dan Lapangan Ledok Blora 253 titik sumur.

Kemudian Lapangan Tungkul Blora dan Grobogan 41 titik sumur, Lapangan Gabus Grobogan 46 titik sumur, Lapangan Keling Jepara satu titik sumur, dan Lapangan Klantung Kendal sebanyak 28 titik sumur.

“Jika potensi-potensi sumber migas yang ada di Jateng dikelola dengan profesional, maka akan meningkatkan PAD. Sehingga, kesejahteraan masyarakat juga meningkat,” katanya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *