Fajar Purwoto Tertibkan 9 Truk Reklame Liar

SEMARANG (Asatu.id) – Mewujudkan Kota Semarang menjadi kota yang tertib bukan hanya berlandaskan pada teori saja, melainkan dengan aksi nyata. Seperti yang digiatkan oleh Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto.

Gerakan demi gerakkan pun dilakukan untuk mewujudkan Kota Semarang lebih tertib dan kondusif, di antaranya yakni mulai dari pembersihan Kota Semarang dari PKL liar, PGOT, hingga pembersihan dari reklame liar yang menyalahi aturan.

Untuk pembersihan reklame liar sendiri, selama periode tanggal 20 Mei 2019 lalu hingga saat ini, Rabu (12/6) ratusan reklame dan spanduk liar berhasil di tertibkan.

“Jika dihitung ini kalau diangkut truk besar, bisa mencapai 9 truk lebih. Baik reklame besar maupun kecil kami sikat habis kalau itu memang menyalahi aturan yang ada,” kata Fajar Purwoto, Rabu (12/6).

Ia pun prihatin dengan kesadaran oara pengusaha yang memasang iklan dalam bentuk spanduk maupun reklame yang melanggar aturan. Padahal Pemerintah Kota Semarang sudah menyediakan spot atau tempat khusus dan legal untuk memasang iklan-iklan tersebut.

“Harapannya dapat lebih tertib, dan memasang di tenpat yang sah dan legal dengan membayar pajak sesuai dengan ketentuan,” ungkapnya.

Padahal, lanjut Fajar, di bawah kepemimpinan Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Kota Semarang sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Di mana dengan segala capaian keberhasilan tersebut Kota Semarang saat ini terlihat lebih asri dan indah.

“Jangan dikotori dengan reklame atau spanduk liar yang jelas-jelas menyalahi aturan. Apalagi pohon-pohon dipaku untuk memasang spanduk-spanduk itu,” sesalnya.

Oleh karena itu, kedepan pihaknya akan melakukan sosialisasi dengan para pengusaha, terkait dengan aturan main pemasangan iklan di pinggir jalan.

“Kami akan undang para pengusaha sehingga tidak ditemui lagi adanya reklame atau spanduk liar dipinggir jalan yang merusak lingkungan. Jika nantinya tetap ada yang melanggar kita akan berlakukan sanksi tegas sesuai dengan aturan yang ada,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pihak kelurahan maupun kecamatan untuk sigap melaporkan jika ada wilayahnya yang dipenuhi dengan reklame liar.

“Camat, lurah sudah kami sampaikan, kita koordinasi untuk segera melapor jika ada reklame maupun PGOT di wilayahnya untuk kita tertibkan. Karena secara jumlah personil yang hanya 350 personel, untuk mem back up keseluruhan di Kota Semarang masih sangat kurang. Ini perlu ada peran serta dari stakeholder lain,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *