Pengunjung Goa Kreo Rebutan ’Sego Kethek’ di Tradisi Budaya Sesaji Rewanda

SEMARANG (Asatu.id) – Ribuan pengunjung Kasasan Wisata Goa Kreo semarang ikut menyaksikan gelaran tradisi budaya Sesaji Rewanda pada Minggu (9/6) pagi. Selain ikut arak-arakan, mereka juga ikut berebut sego kethek yang disajikan dalam bentuk gunungan di akhir acara.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan terobosan guna mengangkat tradisi budaya warga kandri tersebut sebagai salah satu event tahunan sekaligus event unggulan pariwisata di Kota Semarang.

“Kami bercita-cita menjadikan acara ini halnya Festival Lopburi di Thailand. Di sana juga sama, ada acara memberi makan kera dan bisa jadi komoditi wisata yang bagus,” katanya.

Untuk itulah mulai tahun ini, pihaknya berusaha memadukan gelar acara budaya dengan paket wisata. Beberapa paket yang dibuka untuk wisatawan di antaranya live in, Treking Watu Tenger, pajatan agung, selfie spot.

Selain itu, mereka juga akan diajak untuk mengikuti Sendratari Legenda Goa Kreo pada malam harinya. Sendratari ini sendiri merupakan opera perjalanan dan kisah kera-kera di sekitar Goa Kreo.

“Ini merupakan opera bagaimana kera-kera di sini memiliki arti penting membantu Sunan Kalijaga membawa kayu jati ke Demak untuk tiang Masjid Demak,” ungkapnya.

Iin sapaan akrab Indriyasari mengakui akan terus melakukan inovasi produk wisata. Hal ini bertujuan untuk dapat menarik minat wisatawan berkunjung ke Semarang.

“Apalagi tahun ini target kunjungan wisatawan mencapai 5,7 juta. Diperlukan inovasi, kreasi dan kolaborasi dengan seluruh stakeholders yang ada,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *