Gowes Taklukkan Lereng Lawu, Ganjar Pamer Objek Wisata Tawangmangu

KARANGANYAR (Asatu.id) – Hari keempat Lebaran digunakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk gowes bersama istri, Siti Atikoh dan anggota komunitas sepeda. Kali ini, Ganjar dan rombongan menempuh jalur cukup ekstrem, yakni menaklukkan tanjakan lereng Gunung Lawu di Kabupaten Karanganyar.

Berangkat dari kediaman di Tawangmangu pukul 05.30 WIB, Ganjar dan rombongan baru berhasil mencapai titik nol di Cemoro Kandang pada ketinggian 1.800 mdpl (meter di atas permukaan laut) dan melintas sampai Cemoro Sewu Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada pukul 09.30 WIB. Sepanjang jalan, hampir seluruh jalur yang dilalui menanjak dengan panjang rute sekitar delapan kilometer. Selain tanjakan, suhu yang mencapai 14°C juga menjadi tantangan tersendiri.

Namun, tak tampak wajah lelah dari para goweser, termasuk Ganjar dan Atikoh. Pemandangan alam nan eksotis Gunung Lawu membuat gubernur dan rombongan begitu semangat menaklukkan tanjakan lereng Lawu. Apalagi, jalan yang dilalui sangat indah, dengan kontur jalan berkelok dan sangat mulus.

Di beberapa titik, mantan anggota DPR RI dua periode itu berhenti untuk berfoto bersama. Melihat Ganjar, masyarakat yang sedang menikmati liburan dengan berwisata di lereng Lawu juga berkerumun untuk ikut berfoto bersama. Salah satu spot yang dituju Ganjar adalah Taman Sakura Cemoro Kandang.

Di lokasi wisata alam dengan aneka wahana permainan dan wisata alam itu, Ganjar melihat pohon sakura yang mulai berbunga yang ia tanam dua tahun lalu.

“Jalur ini sangat indah, kalau bicara pariwisata, ini jalur yang sangat menarik. Jalannya bagus, pemandangan bagus, tempat-tempat wisata bagus, kuliner banyak dan juga wisatawan banyak. Tinggal menata saja agar lebih menarik,” kata orang nomor satu di Jateng ini.

Ganjar mengatakan, setiap hari khususnya hari libur, objek wisata Tawangmangu semakin ramai. Dengan infrastruktur yang mendukung, dia yakin Tawangmangu akan menjadi destinasi wisata unggulan di Indonesia.

“Cuma saya pesan, tadi saat lewat saya temukan masih ada sampah berserakan. Tolong Pemkab Karanganyar dibantu, warga bergerak untuk membersihkan sampah-sampah ini. Kalau kebersihan bisa dijaga, ini akan luar biasa, orang pasti akan senang berkunjung,” terangnya.

Kuliner di Tawangmangu, lanjut Ganjar, juga enak-enak. Banyak menu andalan di lokasi itu yang jarang ditemukan di tempat lain. Santapan semakin nikmat dengan view Gunung Lawu dari sejumlah cafe atau restoran.

“Saya sudah coba sate Lawu, enak sekali rasanya. Ada juga kafe kopi yang enak dengan cuaca dingin dan pemandangan Lawu yang eksotis. Ini sangat menarik, tapi tolong harganya jangan ngepruk ya. Jangan dinaikkan harganya saat libur hari-hari besar,” tambah pria berambut putih ini.

Dari sisi sport tourism, gubernur juga meyakini Tawangmangu dapat menjadi lokasi yang menarik. Dengan rute tanjakan dan suhu cukup ekstrem, lokasi itu cocok untuk penyelenggaraan event perlombaan sepeda bertaraf nasional bahkan internasional.

“Sudah banyak teman-teman yang bicara gelaran Tour The Lawu. Ini pasti menarik, karena di sini tantangannya ada dua, selain tanjakan ekstrem juga suhunya yang sangat dingin. Dengan infrastruktur bagus, event Tour The Lawu pasti akan menarik. Nanti akan kita buat, dan akan banyak muncul King and Queen of Mountain,” pungkasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *