Ani Yudhoyono Meninggal, Ganjar: Tadi Pagi Bareng Pemudik Kami Berdoa untuk Ibu Ani

JAKARTA (Asatu.id) – Kabar meninggalnya Ani Yudhoyono membuat sejumlah tokoh terkejut, tidak terkecuali Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Padahal saat melepas pemudik ke Jateng Sabtu (1/6) pagi di Museum Purna Bhakti Pertiwi TMII Jakarta, Ganjar memimpin ribuan warga Jateng untuk mendoakan istri Presiden Indonesia ke-6 itu.

Ani Yudhoyono dikabarkan meninggal di Singapura pukul 10.50 waktu setempat. Gubernur Jawa Tengah yang sedang menonton televisi pun dibuat terkejut dengan pemberitaan tersebut. “Saya terkejut ini lagi nonton televisi ada breaking news,” kata Ganjar.

Keterkejutan Ganjar itu rasanya wajar, karena beberapa saat yang lalu saat melepas pemudik sekitar pukul 10.00 WIB dirinya mengajak ribuan masyarakat yang hendak mudik ke Jawa Tengah mendoakan ibu dari Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhi Baskoro Yudhoyono.

“Tadi waktu melepas pemudik mendoakan bersama-sama pagi tadi,” katanya.

Saat melepas 10.781 pemudik Jateng di TMII Ganjar sempat memimpin doa untuk Ani Yudhoyono dengan bacaan Ummul kitab.

Ani Yudhoyono sejak Februari 2019 dirawat di National University Hospital, Singapura karena sakit kanker darah. Setelah kondisinya semakin menurun dalam beberapa hari terakhir, Sabtu (1/6) dikabarkan suami Presiden Indonesia ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono itu tutup usia pukul 10.50 WIB. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *