Redam Kelelahan, Pemudik Bisa Manfaatkan Pijat Gratis di Exit Tol Pejagan

BREBES (Asatu.id) – Lelah menempuh perjalanan panjang dari Jakarta atau bahkan Sumatera dengan rute jalan tol yang monoton, para pemudik bisa keluar dan beristirahat sejenak di exit tol Pejagan yang disulap menjadi Pos Terpadu Lebaran. Meski peristirahatan sementara, berbagai fasilitas disediakan untuk memanjakan pemudik, salah satunya, pijat gratis.

Kepala Seksi Pengumpulan Tol PT Semesta Marga Raya, Uum Jumadi menjelaskan, perjalanan panjang dengan lalu lintas yang cukup padat membuat pemudik mudah dilanda kekelahan. Untuk itu, pihaknya berupaya menyediakan fasilitas pijat gratis bagi pemudik yang singgah di rest area exit tol Pejagan. Di tempat itu, pemudik dapat mengendorkan urat syaraf sehingga bisa melanjutkan perjalanan dengan tenaga baru.

“Kalau ingin lebih lama lagi menikmati pijatan, disediakan jasa pijat berbayar. Sambil istirahat, badan dipijat agar lebih relaks. Rasa lelah berkurang, pemudik dapat kembali melanjutkan perjalanan dengan lebih fresh,” ujarnya, saat menerima kunjungan Tim Pemantau Kesiapan Lebaran yang dipimpin Asisten Administrasi Sekda Provinsi Jawa Tengah, Herru Setiadhie, belum lama ini.

Ditambahkan, selain pijat, masih ada sejumlah fasilitas di Pos Terpadu yang baru beroperasi mulai 30 Mei 2019 mendatang. Seperti fasilitas toilet, air mineral, posko kesehatan, dan sebagainya.

Untuk posko kesehatan, Pemkab Brebes menerjunkan delapan petugas jaga setiap hari, dengan menyiagakan dua ambulans. Ambulans motor juga disediakan jika terjadi kemacetan jalan yang tidak dapat dilalui menggunakan kendaraan roda empat.

Bagi pemudik yang hendak makan, ada beberapa warung yang menjual kuliner khas setempat. Bahkan, pemudik bisa membeli oleh-oleh khas Brebes, yakni telur asin.

“Pos terpadu tersebut didirikan kerja sama dengan berbagai pihak. Antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Satuan Polisi Pamong Praja, serta pihak pengelola tol,” terang Uum.

Tidak hanya di exit tol Pejagan, katanya, pemudik juga bisa beristirahat di rest area KM 228A Tol Kanci-Pejagan. Banyaknya toilet yang disediakan, yakni mencapai 308 toilet, membuat pemudik tak perlu antre panjang untuk mandi atau buang air.

“Untuk yang ke arah Semarang di KM 228A itu tersedia 308 toilet. Ini termasuk rest areapemecah rekor Muri, paling banyak se-rest area di jalan tol maupun SPBU lainnya,” jelasnya.

Disinggung mengenai rekayasa lalu lintas melalui sistem one way seperti yang ramai diberitakan belakangan ini, Uum menjelaskan, sistem tersebut diberlakukan menyesuaikan kondisi atau fleksibel. Jadi, tidak selamanya diterapkan. Jika kepadatan kendaraan sangat tinggi, akan diberlakukan sistem 5-1, artinya lima jalur untuk mudik dan satu jalur khusus untuk akses petugas maupun darurat.

“Penerapannya, menunggu instruksi lebih lanjut menyesuaikan dengan kondisi kepadatan arus mudik,” tandasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *