Puncak Arus Mudik Jalur Penerbangan di Prediksi Pada H-3 dan H+7

SEMARANG (Asatu.id) – General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Hardi Ariyanto mengatakan, puncak arus mudik jalur penerbangan di Bandara Ahmad Yani Semarang diprediksi terjadi pada H-3 dan H+7 Lebaran.

“Diprediksi untuk jumlah penumpang sampai puncak arus mudik bisa mencapai 17 ribu penumpang. Dimana saat ini sudah mulai ada kenaikan. Kemarin itu masih diangka 7 ribu penumpang, untuk hari ini sudah mencapai angka 9.000 penumpang, artinya sudah mulai ada kenaikan,” kata Hardi saat acara Syukuran Gedung Kantor Administrasi Baru PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Rabu (22/5).

Lebih lanjut, Hardi mengungkapkan, keberadaan jalan tol Semarang-Jakarta juga diprediksi akan mempengaruhi jumlah pemudik yang menggunakan jalur Bandara Ahmad Yani Semarang.

“Dengan adanya pembangunan tol Semarang-Jakarta, kami perkirakan akan ada menurunkan jumlah pemudik lewat jalur penerbangan di Bandara Ahmad Yani Semarang. Penurunan bisa sampai 10 persen dibanding Lebaran tahun lalu,” katanya.

Bandara Ahmad Yani Semarang sendiri, dengan sembilan maskapai penerbangan domestik dan tiga penerbangan mancanegara, diperkirakan bisa menampung sekitar 13 ribu penumpang/hari, dari kapasitas total 17.000/hari.

Pada hari biasa, jumlah penumpang di Bandara Ahmad Yani sekitar 7.000 penumpang/hari. Pada pertengahan puasa ini, sudah ada peningkatan jumlah penumpang yang mencapai 9.000 orang/hari.

“Kenaikan harga tiket pesawat memang berpengaruh beberapa bulan kebelakangan. Namun saat ini sudah mulai normal dan tak banyak berpengaruh pada arus mudik Lebaran. Yang mungkin akan berpengaruh adalah selesainya pembangunan jalur tol Semarang-Jakarta, karena kami prediksikan akan banyak pemudik yang akan menggunakan jalur darat melalui tol,” katanya.

Pihak Bandara Ahmad Yani Semarang juga memperketat sistem keamanan jelang Lebaran ini. Sistem yang diterapkan adalah pengamanan random sempling, dengan memeriksa mobil atau orang yang dicurigai membawa barang membahayakan atau dilarang.

“Kegiatan pengamanan kami ambil beberapa sempel. Namun wilayah Jateng termasuk tertib dan aman. Meski begitu kami tetap tingkatkan keamanan, termasuk di runwaynya kami perketat,” tegasnya.

Pihaknya juga akan mengantisipasi kedatangan para pemudik dari luar negeri, khususnya dalam pencegahan penularan penyakit dari luar negeri. Apalagi jelang Lebaran 2019 ini, akan banyak para tenaga kerja Indonesia (TKI) dari luar negeri yang pulang ke Semarang dan sekitar.

“Kami koordinasi dengan imigrasi dengan pemeriksaan yang sesuai prosedur, bukan mempersulit. Untuk pencegahan penyakit kami koordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan dan Bandara (KKP) Ahmad Yani Semarang. Karena itu kewenangan KKP. Kami juga memasang pendeteksi panas tubuh di pintu masuk/keluar bandara, dan ada tim medis beserta ambulan yang terkoneksi dengan Rumah Sakit Colombia, Semarang,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *