Kunjungi Tambakrejo, Walikota Pastikan Pembangunan Huntara Berjalan Baik

SEMARANG (Asatu.id) – Walikota Semarang Hendrar Prihadi melakukan tinjauan ke kawasan Kalimati, Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Selasa (21/5) kemarin. Tinjauan tersebut bertujuan untuk memastikan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) untuk 97 Kepala keluarga (KK) warga Tambakrejo yang saat ini tengah dikerjakan oleh BBWS Pemali Juana berjalan dengan baik.

“Untuk memastikan saja bahwa pembangunan Huntara untuk warga Tambakrejo berjalan baik dan dapat selesai tepat waktu. Hasil kesepakatan kemarin kan lima minggu selesai,” katanya.

Lebih lanjut, Hendi mengungkapkan, jika seiring dengan pengerjaan proyek normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT), maka masyarakat terdampak juga harus meraskaan manfaatnya. Seperti yang dialami oleh 97 masyarakat Tambakrejo.

“Saya rasa pembangunan ini harus menyeluruh. Jadi, tidak hanya pada titik-titik tertentu, jadi pembangunan harus bisa dirasakan oleh orang-orang yang hari ini kurang beruntung. Terutama itu,” ungkapnya.

Oleh karenanya, saat ini lanjut Hendi, Pemerintah Kota Semarang tengah menyusun rencana pembuatan Detail Enggenering Desain (DED) Kampung Nelayan yang ditargetkan Pemkot Semarang mulai dibangun tahun depan.

“Dari dinas, dan tim teknis sudah mempersiapkan DED, terkait dengan pembangunan Kampung Nelayan yang sebenarnya di aset milik Pemerintah Kota,” ungkapnya.

Hendi menjelaskan, jika DED selesai pada akhir Agustus, maka target untuk mengerjakan Kampung Nelayan bisa dimulai Tahun 2020.

“Kalau DED ini bisa selesai di akhir Agustus 2019 ini, saya rasa pembangunan Kampung Nelayan ini bisa dianggarkan untuk 2020,” jelasnya.

Hendi menambahkan, jika program pembangunan Kampung Nelayan Tambakrejo saat ini sudah menjadi program pembangunan prioritas Pemkot Semarang. Sehingga target kedepan, pihaknya akan berupaya membuat 97 warga terdampak ini bisa mendapatkan tempat yang nyaman dan mereka bisa mencari rezeki sebagai nelayan di Kampung Nelayan.

“Kalau itu bisa menjadi sebuah skala prioritas, seperti di Tambakrejo ini, mereka rumahnya diratakan dan harus tinggal di hunian sementara, maka percepatan atau dedicated programnya adalah membuatkan wilayah mereka dengan baik,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *