Rest Area Eks PG Banjaratma, Manjakan Pemudik yang Hobi Swafoto

BREBES (Asatu.id) – Lelah menempuh perjalanan panjang dari Jakarta atau bahkan Sumatera? Anda bisa rehat sejenak di rest area KM 260 B di ruas tol Pejagan-Pemalang yang telah disiapkan untuk menyambut pemudik.

Tak hanya melepas lelah, pemudik akan disuguhi pemandangan unik arsitektur cagar budaya bergaya khas Belanda. Pasalnya, rest area tersebut menempati eks Pabrik Gula (PG) Banjaratma yang memiliki desain unik dan khas, cocok untuk berswafoto.

Saat meninjau rest area tersebut, Senin (20/5), Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng Sri Puryono KS terkesan melihat stan-stan UMKM yang dikelompokkan dalam beberapa ukuran sudah tertata dengan teratur. Bangunannya pun tampak lebih megah.

“Rest Area KM 260 B ini memang unik karena bekas pabrik gula. Tahun lalu saya ke sini belum sebagus ini. Di sini 70 persen UMKM lokal, sedangkan 30 persen pelaku usaha umum, itu pun saya pesan kontennya lokal. Ini mungkin menjadi rest area terbaik yang dikelola oleh Sinergi BUMN,” ujar Sekda yang terakhir meninjau rest area tersebut lima bulan lalu.

Selain deretan stan yang ditata rapi, Sri Puryono menjelaskan, beberapa fasilitas pendukung lainnya yang tengah dikebut pembangunannya adalah masjid dan SPBU. Arsitektur masjid pun tidak kalah menawan dengan gaya khas Timur Tengah. Pesona itu tampak dari batu bata merah yang ditumpuk sedemikian rupa.

“Di sini fasilitasnya relatif bagus. Tidak lama lagi ada SPBU, air mancur, dan masjidnya pun unik dilihat dari konstruksinya. Saya minta dibangun menara yang ada kubahnya. Harapan saya ke depan bukan hanya rest area, tetapi juga menjadi tempat wisata,” harapnya.

Tak hanya berkeliling memantau progres konstruksi rest area, Sri Puryono juga menyempatkan berdialog dengan sejumlan pelaku UMKM lokal. Mereka mengusulkan perbaikan sistem pembayaran nontunai bagi konsumen yang difasilitasi oleh perbankan. Sehingga proses pembayaran kepada pelaku UMKM pun dapat lebih cepat.

“Kita ada sedikit keluhan, seperti sistem cashless untuk kembali transfernya masih memerlukan waktu karena ini masih dalam tahap uji coba. Selain itu, pembayaran tarif listrik juga masih disamakan dengan tarif swasta. Ini kan koperasi mestinya ada subsidi. Ini akan dibicarakan lebih lanjut karena nanti sore Bapak Deputi dan beberapa pimpinan BUMN akan datang dan bertemu di sini bersama pihak pengelola dan pemkab untuk berkomunikasi lebih lanjut,” bebernya.

Pada kesempatan tersebut, Sri Puryono juga memperoleh penjelasan dari Kasatlantas Polres Brebes AKP M Adimas PSE SIK MH tentang rekayasa lalu lintas satu arah (one way) yang akan diberlakukan di Tol Brebes.

“Rekayasa tol yang akan diberlakukan di sini one way. Semua kendaraan dari arah Jakarta akan menggunakan jalur A dan B. Dari arah Jakarta, ujung one way berhenti di KM 262 Brebes Barat, sedangkan dari arah Timur, seperti Semarang dan sebagainya nanti dikeluarkan semuanya di Pantura, Brebes Barat,” bebernya.

Untuk yang dari arah Barat, lanjut Adimas, terutama jalur B akan dinormalkan di Brebes Barat lewat Simpang Susun.

“Khusus untuk kendaraan besar dari arah Barat yang masuk ke jalur B, dia tidak akan berputar arah di Simpang Susun, tetapi akan dikeluarkan ke Pantura dulu, kemudian yang tujuan Semarang masuk ke Brebes Timur,” urai Kasatlantas.

Dia menambahkan, rekayasa tol one way tersebut akan diberlakukan pada 30-31 Mei dan 1-2 Juni 2019. Sementara, untuk waktu tepatnya (jam) masih menunggu perintah Korlantas pusat. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *