Wagub: Membantu Tak Harus Memiliki

SEMARANG (Asatu.id) – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak lulusan atau penerima purna bina manfaat Panti Pelayanan Sosial Anak (PPSA) Kumuda Putera Puteri berkontribusi kepada masyarakat. Dia mendoakan para lulusan PPSA di Kota Magelang itu menjadi orang hebat dan berjiwa sosial tinggi ketika kembali terjun ke masyarakat.

Pesan itu disampaikan putera ulama kharismatik KH Maimoen Zubair yang akrab disapa Gus Yasin itu saat menghadiri acara serah terima 32 anak purna bina penerima manfaat PPSA Kumuda Putera Puteri Magelang, sekaligus meresmikan Ruang Interaksi Anak, di Kompleks PPSA, Sabtu (18/5).

“Saya yakin kepada adik-adik yang diwisuda waktunya kembali lagi ke keluarga dan masyarakat. Karena ada yang sudah tiga tahun, lima tahun, bahkan 10 tahun dibimbing di sini itu, sudah cukup menguatkan hati kita dan mengasah diri kita dalam berbuat sosial. Saya berdoa bisa menjadi orang hebat, bisa mengisi jabatan-jabatan di tengah masyarakat,” pesannya.

Gus Yasin mengingatkan semua manusia yang diciptakan Allah pasti digariskan memiliki rezeki sendiri-sendiri. Meskipun berbeda cara mendapatkannya, namun semua manusia itu sama, termasuk para penghuni PPSA Kumuda Putera Puteri. Sebab, Tuhan Yang Maha Esa memandang bukan mampu tidaknya, pintar tidaknya, tapi dari ketakwaannya.

“Kita semua adalah sama, kita semua adalah bersaudara, kita semua adalah makhluk yang dari awal sampai akhir perjalanannya sama. Yang dipandang Tuhan bukan mampu tidaknya, pintar tidaknya, tapi ketakwaan. Bukan hanya (takwa) di akal, tapi juga di hati. Jadi, ketika ada yang membutuhkan harus membantu. Karena membantu itu tidak harus memiliki, tetapi membantu itu dengan hati yang kaya,” katanya.

Salah seorang penerima purna bina manfaat, Naimatul Musarifah (20), mengaku sudah tiga tahun tinggal di PPSA Kumuda Putera Puteri. Setiap hari, warga Kebonpaing, Giriwarno, Kaliangkring, Magelang ini menerima bimbingan mental, karakter, hingga ketrampilan.

“Saya bersekolah di SMAN 4 Magelang jurusan IPS. Lulus dari sini rencananya mau melanjutkan kuliah, mengincar bidik misi. Yang dikangeni dari tempat ini ialah suasana kebersamaannya,” ujar putri kedua dari tiga bersaudara pasangan Maimun Salim dan Ibnatul Mubarokah yang bercita-cita jadi koki profesional ini. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *