Menang Tak Usah Jumawa, Kalah Latihan Lagi

MAGELANG (Asatu.id) – Menang dan kalah dalam kontestasi politik merupakan hal yang biasa. Untuk itu, masyarakat diminta tidak terpengaruh oleh isu-isu yang hendak merongrong persatuan dan kesatuan bangsa, hanya karena ingin meluapkan kekalahan dalam berpolitik.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menghadiri acara Angkringan Ramadan yang digelar di Universitas Muhammadiyah Magelang, Sabtu (18/5). Di hadapan ratusan mahasiswa, dia meminta masyarakat tetap tenang sambil menunggu hasil pemilu pada 22 Mei mendatang.

“Sudahlah, ayo kita akhiri hal yang buruk hanya disebabkan oleh sesuatu yang rutin dalam kontestasi. Kalah menang dalam pemilu itu biasa saja, jangan (kalau) kalah terus marah-marah,” kata Ganjar.

Menurut mantan anggota DPR RI ini, kontestasi dalam politik bukan hal yang baru di Indonesia. Sejak zaman dulu proses pemilu semacam itu sudah dilakukan dan merupakan agenda rutin lima tahunan.

“Yang menang tidak usah jumawa, yang kalah tidak usah nangis. Seperti main bola, kalau kalah ya latihan lagi untuk ikut pertandingan ke depannya agar menjadi juara,” terangnya.

Bahkan, Ganjar mencontohkan kontestasi pemilu dengan tim sepak bola kesayangannya, yakni Manchester United (MU). Sebagai penggemar berat MU, dia juga kecewa karena tim kesayangannya tidak berhasil menjadi juara pada musim ini.

“Namun mau apa lagi, wong sudah kalah. Mari sesama pendukung MU, kita tetap memberikan dukungan untuk tim kesayangan, agar berlatih lebih giat lagi dan semoga musim depan bisa juara,” tegas alumnus UGM ini.

Dengan sikap kesatria, kualitas demokrasi di Indonesia akan semakin baik. Gubernur mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda untuk menanamkan sikap ksatria dalam dirinya.

“Saya ingin dimulai dari anak-anak muda Muhammadiyah ini. Hari ini kita butuh suara panjenengan semua untuk meneriakkan perdamaian. Pemuda-pemudi harus menyampaikan pada dunia, kalau tidak ada lagi perbedaan, yang ada hanya persatuan Indonesia,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jateng Tafsir mengatakan, tidak ada hal yang paling indah di dunia ini selain persatuan dan kesatuan.

“Muhammadiyah lahir dengan komitmen memajukan bangsa Indonesia. Di tengah keragaman apa pun, kemajuan bangsa Indonesia adalah tujuan utama,” ucapnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *