Ajak Keluarga Sahur Bareng Masyarakat di PKL Simpang Lima, Ganjar Tidak Kebagian Ayam

SEMARANG (Asatu.id) – Pemandangan tak biasa terjadi di warung Nasi Ayam Pojok Matahari Bu Sami yang terletak di kawasan Simpang Lima Kota Semarang, Minggu (19/5) dini hari. Pagi buta itu, warung yang terkenal sejak 1975 tersebut kedatangan tamu istimewa, yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Kedatangan Ganjar ke Warung itu untuk menikmati santap sahur. Tak sendiri, Ganjar didampingi keluarga tercinta, yakni sang istri Siti Atikoh dan putra semata wayang mereka, Muhammad Zinedine Alam Ganjar.

Ganjar dan keluarga tiba di lokasi itu pada pukul 03.30WIB. Mereka kemudian memesan nasi ayam dan duduk lesehan untuk menikmati menu andalan di tempat tersebut.

Karena datang terlambat, Ganjar tidak kebagian daging ayam yang terkenal di warung itu. Alhasil, hanya nasi, telur, daging ayam suir, krecek rambak, kuah opor, sambal dan kerupuk yang dimakan oleh Ganjar dan keluarga.

“Ini terkenal sekali, memang ramai tiap hari. Ini saja saya sampai tidak kebagian ayam, tinggal suir-suir daging saja,” katanya sambil tertawa.

Ganjar mengaku senang makan sahur bersama keluarga di warung kecil pinggir jalan. Baginya, makan di warung lesehan memiliki kenangan tersendiri.

“Dulu saya sering kalau makan sahur ya seperti ini, lesehan, bertemu banyak teman, masyarakat. Suasana semacam ini beda dan selalu ngangenin,” ucapnya.

Ganjar yang baru saja pulang dari menghadiri acara Waisak di Borobudur Magelang memutuskan untuk sahur bersama keluarga di luar rumah. Meski memiliki banyak pilihan, namun ia ingin menikmati menu Nasi Ayam Bu Sami.

“Sebenarnya banyak pilihan ya, namun rasa-rasanya hari ini banyak yang tidak buka. Ini nasi ayamnya enak, karena lumayan terkenal. Meski pilihan menunya tidak terlalu banyak, tapi ini mantap. Apalagi, ada pengamen yang membuat suasana jadi tambah syahdu,” ucapnya.

Disinggung menu favorit apa yang biasa ia santap bersama keluarga di rumah saat sahur, pria yang identik dengan rambut putihnya itu mengatakan semua menu suka. Tidak ada menu khusus yang harus tersedia di meja makan saat sahur ataupun berbuka.

“Saya makanan apa saja itu doyan. Kalau sahur yang penting ada sayurnya, lauknya apa saja saya mau. Tapi kalau di rumah biasanya ada tambahan jus pisang dan jus kurma, jadi habis makan minum jus itu, jadi lebih seger,” terangnya.

Pernyataan Ganjar tersebut dibenarkan Siti Atikoh. Atikoh mengatakan suaminya itu tak pernah rewel soal menu makanan.

“Mas Ganjar itu gampang makannya, yang penting ada sayurnya. Kalau lauk biasanya saya sediakan ikan, tempe dan lauk lainnya,” ungkapnya.

Semua masakan yang dihidangkan, lanjut Atikoh, selalu dimakan suaminya itu. Namun, ada satu menu wajib, yakni kerupuk.

“Apa saja mas Ganjar suka, yang penting itu ada kerupuknya. Mas Ganjar suka sekali dengan kerupuk,” tambahnya.

Suasana sahur bersama keluarga Ganjar di PKL Simpang Lima terasa hangat. Puluhan warga yang juga menikmati sahur di tempat itu langsung mengerumuni Ganjar dan keluarga untuk minta foto bersama.

Ganjar pun tanpa ragu melayani warga yang ingin berfoto bersama, sambil sesekali bercanda dengan mereka. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *