IKKF Berbagi Takjil di Jalan Pahlawan Semarang

SEMARANG (Asatu.id) – Komunitas Indonesia Kijang Kapsul Family (IKKF) melakukan kegiatan bagi takjil menjelang buka puasa di Jalan Pahlawan, Kota Semarang,  Sabtu (18/5). Puluhan anggota IKKF yang datang dari berbagai kota membagi-bagikan takjil yang disambut antusias para pengguna kendaraan yang melintas.

Menurut Ketua IKKF Nasional, Dwi Widianso, kegiatan berbagi takjil merupakan salah satu kegiatan sosial yang dilakukab organisasinya setiap bulan Ramadan. Tujuannya untuk mencari berkah di bulan suci, sekaligus berbagi kebahagiaan dengan masyarakat terutama yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Sebanyak 500 paket takjil yang disediakan pun ludes dibagikan dalam waktu kurang dari satu jam. Bukan hanya pengendara kendaraan, sejumlah pejalan kaki yang kebetulan melintas juga ikut mendapatkannya.

“Alhamdulillah kami senang bisa berbagi sesama. Semoga kegiatan-kegiatan sosial yang positif seperti ini bisa terus kami lakukan,” kata Dwi yang didampingi Ketua IKKF Kota Ssmsrang Hery DC dan Humas Bripka Sutrisno.

IKKF, menurut Dwi, tidak hanya konsen di masalah otomotif namun juga terkadang diselingi kegiatan-kegaitan sosial lainnya. Sebelumnya IKKF juga menggelar acara sosial yaitu penanaman pohon di Kedungjati dan santunan anak yatim di Salatiga.

Rencananya pada 7 Juli 2019 mendatang, lanjut Dwi, pihaknya bekerjasama dengan salah satu kampus di Semarang akan menggelar bakti sosial berupa pengobatan gratis di Desa Blimbing, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal.

IKKF yang terbentuk sejak 21 Oktober 2018, saat ini jumlah anggota yang tergabung sudah mencapai sekitar 300 orang. Dari jumlah itu sebanyak 200 di antaranya berasal dari wilayah Jawa Tengah seperti Semarang,  Kendal, Salatiga dan beberapa daerah lain.

Sementara Humas IKKF Semarang, Bripka Sutrisno menambahkan, semua kegiatan yang dilakukan IKKF seperti berbagi takjil, tujuannya untuk berbagi sesama dan mempererat tali silaturahmi antar-anggota.  Dengan kegiatan itu, pengurus dan anggota IKKF berharap bisa semakin tampak eksistensinya di tengah masyarakat yang heterogen.

Pengurus dan anggota IKKF pun, menurut anggota Polri dari Polda Jateng itu, juga berasal dari latar belakang yang berbeda. Ada ASN, pengusaha, anggota Polri dan lain-lain.

“Yang jelas kami tidak masuk ke ranah politik tapi lebih kepada kegiatan-kegiatan sosial. Saya sendiri anggota Polri. Ikut kegiatan ini karena bagian dari hobbi sekaligus memperbanyak silaturrahmi di luar tugas rutin sebagai anggota Polri,” tutur Sutrisno.

Bagi Bripka Sutrisno,  bergabungnya ia di IKKF ini juga untuk bisa memberikan edukasi tugas pokok kepolisian, sekaligus menginput informasi dari komunitas ini, khususnya terkait kondisi keamanan ketertiban di lingkungan masyarakat.

“Pokoknya banyak hal positif yang bisa didapat dari berorganisasi sosial di IKKF,” pungkasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *