Jateng Siapkan Sarana Mudik Lancar, Aman dan Nyaman

SEMARANG (Asatu.id) – Menghadapi Lebaran tahun ini, pihak-pihak terkait mulai melakukan perencanaan matang agar jalur mudik menjadi aman dan lancar. Anggota Komisi D DPRD Jateng Ngainirrichadl mengatakan, kondisi infrastruktur jalan di Provinsi Jateng sudah cukup lancar.

Hal itu didukung dengan sudah dibukanya jalan tol di pantura. Meski begitu, kata dia, tidak semua kendaraan melintasi jalan tol seperti sepeda motor.

Untuk itu, pihak terkait seperti Dinas Perhubungan (Dinhub) Jateng dan aparat kepolisian melakukan pengamanan sehingga jalur mudik tetap lancar. Ia juga menyarankan para pengguna sepeda motor lebih memperhatikan aturan lalulintas.

“Kami berharap ada rest area khusus pengguna sepeda motor. Pengendara juga sebaiknya tidak membonceng berlebihan, khususnya yang membawa anak-anak karena berbahaya. Sebaiknya, anak-anak naik moda transportasi lainnya,” kata Politikus PPP itu, saat menjadi pembicara utama dalam acara Dialog bersama Parlemen Jateng dengan tema ‘Mudik Lancar, Aman, dan Nyaman’ di Hotel Noormans, Jalan Teuku Umar Kota Semarang, Rabu (15/5).

Pembicara lainnya, Kadiv Humas Polda Jateng Kombes Pol. Agus Triatmaja mengatakan, dari aspek keamanan dan ketertiban, jalur mudik tetap diperhatikan agar selalu lancar dan nyaman. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, sepanjang masa mudik didirikan pos terpadu untuk kelancaran dan kenyamanan para pemudik.

“Soal jalur satu arah saat mudik, dinhub bersama polri akan mengkaji titik padat seperti di Brebes Barat. Untuk jalur tengah seperti di Purbalingga, ada pengamanan di titik padat yakni pasar tumpah,” jelas Agus.

Sementara, Satriyo Hidayat selaku Kepala Dinhub Jateng memperkirakan ada 5,6 juta pemudik ke Jateng. Dari angka itu, sekitar 11% pemudik turun ke Tegal dan Pemalang, 21% turun Semarang hingga Rembang, dan 28% ke Solo sekitarnya.

“Untuk memberikan kenyamanan bagi pemudik, pemprov sudah menyediakan armada untuk mudik. Yakni, 270 bus dari pemprov, 210 bus bantuan dari Pemprov DKI Jakarta, 800 bus Kemenhub, 6 rangkaian KA, dan 1 kapal berkapasitas 2.000 orang,” papar Satriyo.  (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *