Menjaga Toleransi, Tidak Usah Merasa Paling Benar

SEMARANG (Asatu.id) – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak umat Islam selama bulan suci Ramadan 1440 Hijriah ini terus memperkuat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan bangsa), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan umat manusia).

Ajakan itu disampaikan putera ulama kharismatik KH Maimoen Zubair yang akrab disapa Gus Yasin itu pada Tarawih Keliling Badan Amalan Islam (BAI) Provinsi Jateng putaran ke-6 dengan tema “Puasa Membentuk Karakter Bangsa” di Patra Semarang Hotel & Convention, Sabtu (11/5).

“Jadikan bulan suci ini untuk meningkatkan kualitas keimanan. Kita diperingatkan oleh beliau Nabi Besar Muhammad SAW lewat pewarisnya bahwa iman itu adalah bisa bertambah dan berkurang. Maka saya mengajak mari kita tingkatkan ketakwaan kita, pererat ukhuwah wathaniyah kita, ukhuwah basyariyah kita, lebih-lebih ukhuwah islamiyah kita,” pesannya.

Selain itu, Gus Yasin juga mengajak umat Islam untuk selalu bersikap toleransi, saling menghormati dan saling menghargai pendapat orang lain. Menurutnya, belum tentu seseorang yang berdiri di atas mimbar untuk memberikan ceramah itu lebih baik daripada yang diceramahi. Pasalnya, semua manusia di hadapan Allah itu sama.

Ditambahkan, yang menjadi ukuran di hadapan sang pencipta adalah ketakwaan. Maka, hangan merasa dirinya, golongannya adalah yang paling benar dan paling suci.

“Bahkan kita memiliki empat mazhab yang saling menghargai. Mau salat pakai qunut atau tidak pakai qunut ya mangga, tarawih delapan rakaat mangga, 20 rakaat mangga. Membaca bismillah di awal surat mangga, tidak pun juga mangga. Semua itu ada mazhab-nya dan saling menghormati. Maka Imam Syafi’i mengatakan saya benar, tapi belum tentu benar,” ujarnya.

Wagub menambahkan, selama ini Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jateng juga selalu menekankan ajakan untuk menjaga kedamaian dan ketentraman, terlebih dalam hubungan antar manusia.

“Tidak usahlah kita merasa yang paling benar, tidak usah kita yang paling betul. Karena bukan itu tujuan hidup kita. Tetapi bagaimana manusia itu memiliki hablumminallah(hubungan ubudiyah kita kepada Allah) dan hablumminannas (hubungan muamalah kita kepada sesama manusia),” tandas Gus Yasin. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *