Kain Ulos Berumur Ratusan Tahun Bakal Hadir dalam Jateng in Fashion 2019

SEMARANG (Asatu.id) – Bertempat di Grhadhika Bhakti Praja, event Jateng in Fashion 2019 diluncurkan, Sabtu (11/5) lalu. Puluhan model berlenggak-lenggok di atas catwalk, memeragakan busana dari kain tradisional seperti batik, lurik hingga ulos.

Diiringi dentuman musik, gemulai para model dari 16 perancang busana asal Semarang, Yogyakarta, Solo, Cilacap, Klaten hingga Jakarta, memperlihatkan indahnya busana kontemporer hingga klasik dengan tema Tradisi Pertiwi

Salah satunya adalah karya dari perancang busana asal Jawa Tengah, yaitu Herry dari Bebby Batik yang mengusung batik klasik dan kombinasi kontemporer, yaitu motif kawung dan parang. Menurutnya, boleh saja bermain dengan berbagai motif dan teknik terbaru, namun Herry memegang teguh tradisi dengan tidak meninggalkan motif klasik.

“Inilah cara saya untuk melestarikan motif klasik, karena motif klasik adalah budaya dari leluhur, jangan ditinggalkan,” bebernya.

Pria setengah baya yang telah menekuni batik selama 10 tahun ini mengaku senang dapat berpartisipasi dalam Jateng in Fashion 2019 karena merupakan suatu gebrakan untuk fashion di Jawa Tengah.

Berbeda lagi dengan Athan Siahaan. Malang melintang di dunia fashion selama 12 tahun memamerkan karya busana ulosnya dari nasional hingga internasional, desainer dari Jakarta ini siap menggebrak Jateng in Fashion 2019 dengan membawa koleksi kain ulos spesial miliknya yang telah berusia ratusan tahun, yaitu ulos Sibolang.

Menurutnya, bakal ada nuansa “mistis” dalam karyanya karena ulos Sibolang merupakan ulos yang digunakan orang Batak pada saat berduka atau kematian. Untuk itu, sebelum memamerkan koleksinya, akan ada tarian Tor Tor untuk meminta pengelekan (ujugan) agar kain itu dapat menjadi tren fashion.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah, Atikoh Ganjar Pranowo, melalui Wakil Ketua Rini Sri Puryono mengungkapkan, Jawa Tengah penghasil batik dengan cita rasa tinggi dan produktif, dengan masing-masing ciri khas. Dia berharap, Jateng in Fashion2019 menjadi wadah untuk promosi, publikasi dan transaksi.

Ditambahkan, Jateng in Fashion2019 akan dimulai pada 30 Agustus sampai 1 September 2019 di PRPP Jawa Tengah Semarang. Kegiatannya meliputi exhibition, carnival, seminar (talkshow dan workshop), serta runway fashion show.

Rangkaian acara pertunjukan fashion ini melibatkan segenap pelaku industri fashion dari UKM, perancang busana, instansi terkait, dan media pers. Acara itu dimeriahkan pula dengan penampilan 45 model dari Jakarta, Semarang, Surabaya, Solo, Yogyakarta, Magelang, yang membawakan karya sekitar 45 perancang busana senior, serta 32 perancang busana pemula. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *