Konsep Musrenbang Keliling Jadi kunci Jateng Raih Penghargaan PPD

SEMARANG (Asatu.id) – Ada tiga aspek penilaian yang menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD) terbaik di seluruh Indonesia. Yakni, kualitas perencanaan, kinerja capaian serta inovasi yang dilakukan dalam satu tahun terakhir.

Seperti diberitakan, Kamis (9/5) kemarin, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menerima penghargaan dari Presiden Joko Widodo setelah Jateng ditetapkan sebagai provinsi terbaik dalam PPD oleh Kementerian PPN/Bappenas. Untuk indikator penilaian dari sisi perencanaan, memiliki persentase 40 persen, kinerja capaian 40 persen dan inovasi sebesar 20 persen.

Gubernur Ganjar Pranowo menjelaskan, konsep perencanaan pembangunan yang selama ini diterapkan oleh Pemprov Jateng ternyata jadi senjata andalan untuk meraih penghargaan ini. Karena dalam hal perencanaan pembangunan di Jateng dia tiak sekadar menunggu usulan dari kabupaten/kota tapi langsung jemput bola dengan melakukan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) keliling di enam eks keresidenan.

“Perencanaan kita memang yang paling berbeda, karena kita datang ke enam eks keresidenan, kita mengajak partisipasi sebanyak-banyaknya masyarakat untuk ikut. Kelompok-kelompok masyarakat kita dahulukan untuk menyampaikan usulan yakni dari kelompok perempuan, disabilitas, kelompok anak dan forum OSIS,” katanya, Jumat (10/5).

Selain berburu usulan dengan keliling ke enam eks Keresidenan tersebut, di Jateng masyarakat juga bisa memberi usulan pembangunan via elektronik. Baik lewat situs website, email, SMS maupun media sosial. Dengan dibukanya banyak kanal tersebut, tingkat partisipasi masyarakat Jateng dalam pembangunan dinilai sangat tinggi.

“Perencanaan yang partisipatif, pelaksanaan yang sesuai dengan target dan hasil-hasil yang mempengaruhi beberapa indikator, di antaranya penurunan kemiskinan dan angka kematian ibu melahirkan,” ujarnya.

Bagi Ganjar, pola seperti itu menjadi bagian yang mesti dipertahankan dan terus perbaiki. Agar pola penyusunan penganggaran bisa seperti ini seterusnya, sehingga aspek partisipasi masyarakat muncul, target capaian bisa didesain dari perencanaan, eksekusinya sesuai dengan apa yang sudah direncanakan dalam RPJMD.

“Sehingga, ini akan mendongkrak yang tidak baik jadi baik sehingga bisa memperbaiki kondisi masyarakat. Maka dari sisi perencanaan dan management pengelolaan keuangan jadi terkontrol,” paparnya.

Selain Pemprov Jateng, Pemkot Semarang dan Pemkab Temanggung juga menerima penghargaan serupa. Kota Lunpia menempati peringkat pertama nasional pada tingkat pemerintah kota dengan Perencanaan Pembangunan Daerah, sementara Kabupaten Temanggung pada tingkat Pemerintah Kabupaten jadi terbaik nomor dua nasional.

“Saya senang, kali ini Jawa Tengah memborong (penghargaan). Kita harapkan ini jadi inspirasi kita dan kabupaten lain di Jawa Tengah untuk kita sharing pengalaman bagaimana perencanaan yang baik itu,” katanya.

Jika hal itu dapat dilakukan merata di seluruh kabupaten/kota di Jateng, Ganjar optimistis pemerataan kemajuan bakal diperoleh. Dan target-target bisa tercapai, tidak hanya output dari pengerjaan program, namun juga outcome.

“Sehingga, agregat perencanaan, pelaksanaan dan inovasi sebenarnya akan menjadi perbaikan performance Jawa Tengah secara keseluruhan. Misalnya dalam hal penurunan kemiskinan dan penurunan angka ibu melahirkan,” ungkapnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *