Kebutuhan Kurma Meningkat, Ini Cara Hajah Radipah Memuaskan Pelanggan

SEMARANG (Asatu.id) – Menjelang bulan Ramadan beberapa waktu lalu, minat masyarakat melakukan ibadah umroh meningkat pesat. Dampak positif dari peningkatan itu dirasakan para pedagang souvenir dan oleh-oleh haji/umroh. Mereka kebanjiran pesanan, baik berupa barang maupun buah khas negeri Mekkah.

Air zam-zam dan kurma atau jenis cemilan kacang-kacangan khas Arab merupakan oleh-oleh yang sering jadi pilihan “wajib” para jamaah umroh maupun haji yang pulang ke tanah air. Namun kini mereka tidak mau direpotkan lagi dengan membawa barang-barang itu langsung dari Tanah Suci. Sebab di Indonesia persediaan barang-barang itu sudah ada di mana-mana.

Salah satu pedagang besar dan penyedia souvenir serta oleh-oleh umroh/haji khas negeri Arab di Kota Semarang adalah Hajah Radipah. Selama ini Hajah Radipah dikenal sebagai pedagang grosir dan eceran buah kurma, air zam-zam, dan berbagai souvenir khas Tanah Suci yang menggelar dagangannya di pasar relokasi kompleks Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Seperti tahun-tahun sebelumnya, usai melayani pesanan para calon jamaah umroh, Radipah kini ganti disibukkan dengan menyetok buah kurma untuk menghadapi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan dan Idul Fitri. Seperti biasa, kebutuhan buah kurma meningkat.

“Saya selalu menyediakan stok kurma puluhan ton dengan berbagai jenis. Biasanya cepat habis karena diambil pedagang dari luar kota. Tetapi stok kami sangat banyak dan cukup sehingga tidak mengecewakan pelanggan dsri daerah,” kata Radipah yang ditemui di tempat jualannya di Pasar Relokasi Johar Baru Blok E-1 Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Pada Ramadan dan menjelang Lebaran, harga kurma tidak mengalami kenaikan karena kiriman dari negara penghasil seperti Arab Saudi, Mesir, Tunisia, bahkan Amerika sangat cukup. Harga pun bervariasi. Hajah Radipah menyediakan kurma dengan harga yang paling murah sampai yang ratusan ribu per kilogram. Juga beragam jenis kacang-kacangan dengan harga vatiatif.

Sementara berbagai jenis buah kurma yang ada, di antaranya kurma nabi, kurma tunisia madu, kurma tunisia tangkai, dan kurma mesir harganya juga bervariasi. Misalnya harga kurma mesir Rp 60 ribu per kilogram, kurma tunisia madu Rp 100 ribu per kilogram dan kurma tunisia tangkai Rp 110 ribu per kilogram. Ada juga kurma rosul (ajwa) dan kurma medjol asal Amerika. Dua jenis kurma itu harganya mencapai Rp 300 ribu per kilogram.

“Biasanya harga kurma menjelang bulan puasa naik. Namun untuk bulan puasa kali ini, ada belasan jenis kurma yang saya jual harganya tetap terjangkau dan banyak diburu pengecer dari berbagai kota di Jawa Tengah,” tutur ibu empat anak itu.

Hajah Radipah yang tinggal di Jalan Kwaron II RT 02 RW 2, Bangetayu Kulon, menambahkan, sebagian besar masyarakat lebih tertarik membeli kurma mesir dengan harga Rp 60 ribu/kilogram dan tunisia madu Rp 80 ribu/kilogram. Kedua jenis kurma ini paling laris dan banyak dicari. Biasanya sampai habis Lebaran pun masih banyak yang mencari.

Alasan lain para pedagang daerah mengambil kurma dan buah-buahan di tempatnya, menurut Hajah Radipah karena tingkat kesegarannya yang terjaga.

“Terus terang saya sangat menjaga kualitas barang. Saya punya gudang sendiri untuk menampung dan menjaga kualitas barang. Ini salah satu cara saya menjaga hubungan baik dengan pelanggan,” kata Hajah Radipah yang dibantu beberapa karyawan.

Di tempatnya jualan, Hajah Radipah juga menyediakan beragam keperluan haji dan umroh, serta berbagai jenis pakaian muslim dan muslimah.

“Soal kualitas silakan langsung dicek, dan harga juga bisa dibandingkan dengan tempat lain. Sementara untuk pembelian buah kurma, kami menyediakan diskon khusus dan bonus jika pembelian mencapai harga tertentu. Ini promo sekaligus niat saya menyenangkan pelanggan,” pungkasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *