DPRD Jateng Apresiasi Kinerja Penyelenggara Pemilu di Wonogiri

WONOGIRI (Asatu.id) – Komisi A DPRD Jateng sangat mengapresiasi kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonogiri dan penyelenggara lainnya atas semangat perjuangan menyukseskan perhelatan Pemilu serentak 2019.

Semangat itu tidak hanya memberikan hasil maksimal, tapi juga mengirimkan kabar duka ke masyarakat bahwa ada tiga anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia akibat kelelahan.

Melihat kondisi itu, Komisi A DPRD Jateng akan memberikan evaluasi, masukan dan saran untuk dilakukannya revisi UU terkait penyelenggaraan Pemilu. Harapannya, pelaksanaan pemilu ke depannya akan lebih baik sehingga tidak memakan korban jiwa lagi.

“Kinerja KPU Wonogiri sudah sangat bagus, kami apresiasi hal itu. Informasi mengenai dinamika atau kendala yang dialami rekan-rekan KPU di lapangan harus kami pantau juga untuk bahan evaluasi bersama kedepannya,” ungkap Sekretaris Komisi A DPRD Jateng Ali Mansyur, saat memimpin rombongannya ke Kantor KPU Kabupaten Wonogiri, Selasa (7/5).

Mengenai penghitungan rekapitulasi suara, dari informasi yang diperoleh Komisi A, sudah sampai di tingkat kabupaten dan hampir tidak ada perubahan angka. Hal itu menunjukkan kinerja dari petugas sudah semakin baik.

Menanggapi hal itu, Ketua KPU Kabupaten Wonogiri Toto Sihsetyo mengatakan, pihaknya telah melakukan tahapan sesuai dengan prosedur dan perhitungan berjenjang. Sampai sekarang, proses pemilu di Kabupaten Wonogiri dirasa masih dalam suasana yang kondusif.

“Kami berterima kasih atas dukungannya, tahapan, dan prosesnya secara garis besar kami mengikuti prosedur yang ada sehingga mempermudah tim kami (PPS dan KPPS) untuk hal teknis di lapangan. Sebenarnya, ujung tombak kami ada pada rekan-rekan di KPPS karena perjuangannya sampai melebihi batas waktu,” ungkap Toto.

Sementara, menurut anggota KPU Kabupaten Wonogiri, Dwi Prasetyo, dari rekapitulasi yang sudah ada, tercatat total data pemilih tetap (DPT) sebanyak 869.842. Dari angka itu, sebanyak 637.640 menggunakan hak pilihnya yang terbagi 583.937 suara sah dan 53.523 suara tidak sah.

“Secara umum dari pemilu sebelumnya pada 2014, Pemilu 2019 ini mengalami kenaikan partisipasi yang cukup signifikan. Meskipun medannya cukup berat, namun untuk distribusi dan pengambilannya dibantu PT Pos Indonesia dan dikawal oleh polsek setempat sehingga prosesnya bisa lebih cepat,” terangnya lagi. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *