Dugderan Sambut Ramadan 1440 Hijriyah

Dugderan Sambut Ramadan 1440 HijriyahSEMARANG (Asatu.id) – Semarak Karnaval Dugderan 2019 dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan di buka Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di halaman Balai Kota Semarang, Sabtu (4/5).

Karnaval Dugderan kali ini dimeriahkan dengan iring-iringan Warag Ngendok dari sejumlah perwakilan dari 16 kecamatan, sekolahan se-Kota Semarang, taruna PIP, ponpes, PHRI, dan elemen masyarakat lainnya.

Karnaval diawali dengan pemukulan bedug oleh wali kota yang akrab disapa Hendi diteruskan dengan pawai menuju Masjid Kauman. Warna warni anekaragam kreasi Warak Ngendog mewarnai pelataran halaman Balai Kota Semarang.

Hendi mengatakan, tradisi Dugderan dan budaya Warak ini merupakan warisan yang harus dilestarikan. Warak, menurutnya, adalah akulturasi budaya yang menandakan adanya kerukunan dan keberagaman di Kota Semarang.

“Dugderan telah ada sejak Bupati Pertama Sunan Pandanaran yang pada waktu itu berembug dengan para ulama untuk memberitahukan ke masyarakat awal Ramadan. Harapannya dengan dugderan ini warga Kota Semarang bisa bersih-bersih diri, melakukan persiapan fisik, dan memperbanyak amalan positif,” ujarnya.

Dugderan Sambut Ramadan 1440 HijriyahAcara arak-arakan karnaval dilanjut dengan iring-iringan kirab wali kota beserta istri dan jajaran muspida menaiki kereta kencana menuju Masjid Kauman untuk menerima Suquf Halaqoh dari pihak Masjid Kauman.

Saat menerima Suquf Halaqoh dari perwakilan ulama, Hendi membacankannya dengan menggunakan bahasa Jawa Krama. Tak ketinggalan, perwakilan ulama juga mengajak seluruh hadirin yang ada di sekitar Masjid Kauman untuk berdosa bersama.

“Selamat menunaikan bulan suci Ramadan yang akan kita jalani. Semoga membawa berkah dan amal baik serta bermanfaat untuk diri kita pribadi, lingkungan termasuk peduli terhadap orang yang kekurangan,” kata Hendi.

Setelah selesai melaksanakan prosesi di Masjid Kauman, rombongan wali kota melanjutkan perjalanan ke Masjid Agung Jawa Tengah. Sementara itu, di depan Masjid Kauman juga dilakukan pembagian gunungan makanan yang menjadi tradisi Dugderan, seperti panganan khas ganjel rel.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *