23 SMA/SMK di Jateng Jadi Pilot Project Pendidikan Antikorupsi

SEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, peluncuran Pergub pendidikan antikorupsi sengaja dilakukan bertepatan dengan Hari Pendidkan Nasional.

“Harapannya, ini akan menjadi momentum untuk menanamkan pendidikan karakter dan antikorupsi kepada generasi penerus bangsa sejak dini,” katanya.

Ganjar menyampaikan hal itu di sela-sela acara launching dan sosialisasi Peraturan Gubernur (Pergub) Jateng Nomor 10 tahun 2019 tentang Pendidikan Antikorupsi di Gradhika Bhakti Praja, Kamis (2/5). Acara itu juga dihadiri pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang.

Ganjar membenarkan jika dalam pelaksanaannya, pendidikan karakter dan antikorupsi di sekolah-sekolah Jawa Tengah akan dilakukan dengan cara menyenangkan. Tidak hanya melalui pembelajaran, namun praktik itu juga dilakukan dalam permainan-permainan dan kreasi lainnya.

“Kami akselerasi semuanya sesuai kebutuhan. Kami buka ruang selebar-lebarnya kepada guru untuk berkreasi dan berinvasi dalam mendukung program ini, bisa menciptakan alat peraga, permainan yang menyenangkan dan sebagainya,” tegasnya.

Ganjar menerangkan, sudah ada 23 SMA/SMK di Jateng yang menjadi pilot project program ini. Dengan diterbitkannya Pergub tersebut, maka semua sekolah nantinya wajib menerapkan pendidikan karakter dan antikorupsi.

“Targetnya tahun ini semua sekolah yang ada di bawah naungan Pemprov Jateng menerapkan program ini,” pungkasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *