Marimas Beri Pelatihan Ecobricks kepada 25 SMK di Jateng

SEMARANG (Asatu.id) – PT Marimas Putera Kencana terus gencar sosialisasikan program ecobricks di seluruh sekolah di Indonesia. Untuk wilayah Jawa Tengah sendiri, sebanyak 25 SMK dilibatkan, yakni dengan mengundang seluruh perwakilan dari 25 sekolah tersebut untuk diberikan pelatihan di SMKN Jateng, Semarang, Sabtu (27/4).

Terkait hal itu, Manajer Marketing PT Marimas Putera Kencana Dian Halim mengatakan, program Marimas Ecobricks tersebut merupakan program untuk menarik kembali dan mengelola peredaran plastik bungkus produk marimas yang ada di masyarakat.

“Kami menjalankan program ini sejak tahun 2018. Tahun ini kami berusaha bekerja sama dengan siswa SMK, dan kami menyediakan 1.000 laptop gratis yang bisa ditukar dengan produk ecobricks yang dibuat para siswa,” katanya.

Dikatakan, tujuan utama program ini adalah untuk menatik kembali plastik kemasan produk marimas. Hal ini merupakan tanggung jawab moral PT Marimas terhadap kelestarian lingkungan.

“PT Marimas Putera Kencana telah menyadari, persoalan limbah plastik sudah menjadi momok dalam pencemaran lingkungan. Maka untuk itu, sebagai produsen makanan dan minuman yang menggunakan kemasan plastik, kami terus menggenjot program Marimas Ecobricks, sebuah program untuk meminimalisir sampah plastik di lingkungan. Salah satunya dengan menggandeng pelajar yang ada di Jawa Tengah,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengawas Sekolah Wilayah I Jateng, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa TengH Syakur mengatakan, ecobricks menjadi solusi atas persoalan sampah plastik yang sederhana dan visioner. Hal itu untuk mencegah plastik berakhir di tempat pembuangan.

“Inti dari kegiatan ini ada dua, mengasah mental kewirausahaan dan kepedulian lingkungan bagi siswa. Selain belajar soal wirausaha, para siswa juga akan diajari bagaimana peduli terhadap lingkungan. Kami juga berharap kegiatan ini bisa mengasah kreativitas siswa,” ungkapnya.

Senada Lantip Waspodo Humas Marimas mengatakan, program Marimas Ecobricks adalah program menarik kembali sampah plastik produk Marimas agar tidak mencemari lingkungan. Salah satu cara dengan menggandeng pelajar, untuk mengumpulkan sampah-sampah plastik produknya dengan ditukar dengan laptop.

“Kami ingin mengembalikan plastik yang sudah dijual. Program ini sudah berjalan dua tahun. Salah satunya dengan menggandeng para siswa sebagai generasi muda terdidik,” katanya.

Program ini, katanya, merupakan program nasional dari Marimas. Teknisnya, 100 Ecobricks Marimas ditukar dengan satu laptop.

“Para siswa kami minta mengumpulkan plastik produk Marimas, dan dipotong lalu dimasukkan ke botol 600 mililiter hingga berat 200 gram. Per 100 botol ecobricks ini bisa ditukar dengan satu laptop,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *