Ajarkan Islam Secara Utuh, Indonesia Bisa Jadi Contoh Dunia

PEKALONGAN (Asatu.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus meningkatkan sumber daya manusia masyarakat Jateng, terutama generasi muda bangsa agar menjadi generasi berkarakter, berakhlak mulia berlandaskan Alquran dan ajaran-ajaran Nabi Muhammad.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen saat memberi sambutan pada acara Wisuda Tahfidul Qur’an dan Haflah Akhirissanah di Pondok Pesantren (Ponpes) Ulul Albab, Kesesi Kabupaten Pekalongan, Rabu (24/4) malam.

“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berterima kasih kepada para habaib dan kiai yang telah mengajarkan nilai-nilai dan pemahaman Alquran kepada generasi bangsa, serta ajaran ilmu agama secara utuh atau tidak sepotong- potong,” ujarnya.

Atas jerih payah para kiai dan habaib dalam mengajarkan agama Islam, kata dia, kini masyarakat di perkotaan maupun pelosok daerah di penjuru Nusantara, termasuk warga Jateng mendapatkan ilmu agama dan memahami Alquran.

“Pelajaran-pelajaran agama ditingkatkan, sehingga pemahaman mengenai Alquran, As-Sunnah, hadis, serta fikih akan menambah kemandirian Islam,” imbuhnya.

Dia berharap, Indonesia menjadi contoh bagi dunia bahwa Indonesia merupakan negara yang benar-benar mengajarkan Islam secara utuh. Terlebih adanya paham radikalisme, aksi terorisme, munculnya paham-paham menyesatkan, serta maraknya peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang, maka umat Islam harus dapat memahami Alquran agar dapat menghindari berbagai hal buruk tersebut.

Putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair itu meminta supaya Alquran tidak sebatas bahan bacaan atau hanya dilafalkan. Arti dan makna Alquran sangat luas dan menuntun manusia, bahkan kandungan kitab suci umat Islam itu akan terus mewarnai serta petunjuk bagi ilmu-ilmu pengetahuan.

Dalam kesempatan itu, wakil gubernur didampingi pengasuh Ponpes, sejumlah ulama, serta tokoh masyarakat menyerahkan hadiah kepada dua wisudawan Ponpes Ulul Albab penghafal Alquran.

“Pemerintah terus memperhatikan dan memajukan masyarakat Jateng. Hadiah bagi para penghafal Alquran ini untuk memotivasi agar santri giat dalam mempelajari dan menghafal Alquran,” katanya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *