Peduli Bumi, Harris Hotel Semarang Kampanyekan Sedotan Ramah Lingkungan

SEMARANG (Asatu.id) – Sampah plastik menjadi permasalahan terbesar bagi keseimbangan ekosistem dunia. Banyak ditemukan biota laut yang mati akibat banyak sampah plastik yang masuk ke dalam pencernaan, sehingga mengakibatkan kematian.

Sampai saat ini pengelolaan sampah plastik belum dapat terselesaikan, bahkan cenderung semakin memburuk dari tahun ke tahun. Menyadari akan ancaman tersebut, Tauzia  Hotels Management membuat gerakan “Bye Bye Plastic Straw” atau dalam bahasa Indonesia “Selamat Tinggal Sedotan Plastik”.

Gerakan ini adalah awal dari gerakan untuk menghentikan penggunaan media plastik secara keseluruhan. Kampanye yang digagas mulai dari tanggal 22 April 2019 kemarin, mewajibkan semua brand Hotel di bawah naungan Tauzia Hotels Management untuk tidak menggunakan sedotan plastik dalam penyajian minuman.

Harris  Hotel Sentraland Semarang pun ikut ambil bagian dalam kampanye tersebut. Dimulai pada bulan Maret 2019, Harris Hotel Sentraland Semarang sudah mengganti sedotan plastik dengan sedotan berbahan dasar kertas.

Agnes Indah Marcom Harris Hotel Sentraland Semarang mengatakan salah satu kegiatan yang dilakukan, karyawan hotel adalah turun ke jalan-jalan di Kota Semarang dan menemui beberapa pengunjung warung makan yang masih menggunakan sedotan plastik untuk ditukar dengan sedotan kertas dan mengajak foto bersama sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat.

Dengan tagline “Bye Bye Plastic Straw-Skip The plastic Straw for A Better Earth, lanjut dia, kampanye baik ini dilaksanakan sesuai dengan anjuran Pemerintah Kota Semarang untuk tidak lagi menggunakan peralatan yang berbahan dasar plastik.

“Hal kecil yang kita lakukan untuk mengawali nya adalah dengan meninggalkan sedotan plastik dan beralih ke sedotan kertas yang lebih ramah lingkungan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk perhatian kami untuk menyelamatkan ekosistem dan biota laut di dunia. Juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dan peduli terhadap bumi tempat kita tinggal,” ujarnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *