Banyak Petugas KPPS Meninggal, Ganjar Usul Pemilu Tidak Serentak

SEMARANG (Asatu.id) – Proses pemilihan umum (pemilu) serentak pada 17 April 2019 lalu menyisakan sejumlah catatan. Yang paling mendapat perhatian adalah banyaknya petugas pelaksanaan pemilu, baik aparat keamanan maupun anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia dalam proses tersebut.

Data terakhir mencatat, sebanyak 139 petugas pemilu 2019 yang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, 25 di antaranya adalah petugas pemilu di Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya para petugas demokrasi itu. Dirinya mengatakan, akan memberikan santunan kepada keluarga petugas pemilu di Jawa Tengah yang meninggal dunia maupun yang dirawat di rumah sakit.

“Insya Allah Jumat besok akan kita berikan santunan. Tidak hanya yang meninggal saja, tapi yang sakit juga akan kami berikan,” kata Ganjar di Semarang, Rabu (24/4).

Ganjar mengatakan sudah mendapat laporan nama dan alamat petugas pemilu 2019 yang meninggal atau yang sakit. “Nanti akan kami datangi sebagai bentuk solidaritas. Soal santunan sudah kami siapkan,” terangnya.

Lebih lanjut Ganjar mengatakan, ternyata memang pemilu tahun ini cukup menjadi perhatian kita. Ada sejumlah catatan-catatan, baik tentang kesehatan maupun tekanan bekerja.

“Sehingga kayaknya kita mesti mereview ulang agar ke depan jauh lebih baik. Apa yang terjadi ini harus dievaluasi total,” tegasnya.

Pelaksanaan pemilu serentak, yakni melaksanakan pemilihan calon presiden, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, lanjut Ganjar, mesti dievaluasi ulang. Sebab dengan pelaksanaan serentak itu, maka pelaksananya membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar.

“Ya, rasanya mungkin pelaksanaannya tidak serentak kali ya, atau penyerentakannya bisa ditata ulang. Mungkin serentak secara nasional saja, provinsi saja dan kabupaten/kota saja. Sehingga tidak membutuhkan tenaga, pikiran bahkan jiwa seperti ini,” tegasnya.

Sekedar diketahui, pelaksanaan pemilu 2019 memakan banyak korban. Ratusan petugas pemilu baik dari kepolisian, Panwaslu, KPPS atau petugas TPS yang meninggal dunia karena diduga kelelahan saat melaksanakan proses pemilu.

Di Jawa Tengah, ada 25 petugas pemilu yang meninggal dunia. 25 petugas yang meninggal itu tersebar di Kabupaten Demak, Banyumas, Sukoharjo, Banjarnegara, Purbalingga, Grobogan, Rembang, Magelang, Klaten, Batang, Kudus, Pekalongan, Kendal, Pemalang, Semarang dan Brebes.

Selain 25 orang yang meninggal dunia itu, KPU mencatat ada 97 petugas TPS yang kelelahan dan harus dirawat di rumah sakit. Bahkan, tiga orang di antaranya mengalami keguguran. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *