Dokter Hewan Harus Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

Ketua Umum PB-PDHI drh Muhammad Munawaroh MM (foto dok)

SEMARANG (Asatu.id) – Menghadapi revolusi industri 4.0 saat ini, kalangan dokter hewan harus siap berbuat sesuatu dan agar tidak hanya menjadi penonton. Karena mau tidak mau, dunia kedokteran hewan juga akan bersentuhan dengan teknologi mutakhir itu.

Harapan ini disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Drh Muhammad Munawaroh MM pada “Seminar Peran PDBI dalam Mempersiapkan Dokter Hewan di Era Revolusi Industri 4.0”, menyusul pelantikan pengurus PDBI jateng 2019 – 2023 di STEAM Education Park, Kalipancur, Semarang, Minggu (21/4).

“Sekarang semua sudah berubah, dengan begitu cepatnya proses sendi kehidupan. Teknologi ini sangat bisa masuk ke dunia kedokteran hewan. Maka kita harus ikuti perubahan itu, karena perubahan zaman tidak bisa dilawan,” kata Muhammad Munawaroh.

Dia menyebut ciri revolusi industri 4.0 itu adanya big data (yang menguasi dunia adalah orang yang memiliki data), artificial intelligent (kecerdasan yang dibuat dalam rangka mempermudah hidup manusia), robotic (seluruh kegiatan sudah berganti dengan robot), dan internet (semuanya sudah tergantung internet).

Revolusi big data, masih menurut Muhammad Munawaroh, pada kesehatan hewan, nanti wabah penyakit hewan bisa dideteksi melalui satelit atau bisa dilihat melalui gadget.

“Dulu menghapal tulang harus menghadapi tulangnya secara fisik. Sekarang hanya lewat satu meja mesin bisa dideteksi. Jadi dokter akan lebih cepat memberi diagnose,” kata dia. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *