Sekda: Pemilu di Jateng Lancar

Sekda: Pemilu di Jateng LancarSEMARANG (Asatu.id) – Pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di 115.391 TPS yang tersebar di Jawa Tengah berlangsung aman dan lancar. Kondisi itu dilaporkan Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sri Puryono, kepada Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Kesatuan Bangsa Kemendagri, Didik Suprayitno, dan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh.

“Alhamdulillah, Pemilu serentak Pilpres dan Pileg 17 April yang dilaksanakan kemarin di Jateng secara umum berjalan lancar. Bahkan, kami saat pemungutan suara menerjunkan tim pemantau di masing-masing kabupaten/kota. Saat ini penghitungan suara masih berproses dan kita serahkan kepada KPU,” kata Sri Puryono saat Video Conference dengan Kemendagri di Ruang Rapat Gedung A Lantai 2 Kantor Gubernur Jateng, Kamis (18/4).

Pernyataan serupa juga dilaporkan Ketua KPU Jateng, Yulianto Sudrajat. Dia mengatakan, proses pemungutan suara berlangsung lancar, aman, tertib, dan damai. Kendati ada beberapa dinamika di sejumlah TPS, namun pihaknya bersama Bawaslu masih bisa menanganinya dengan baik.

“Untuk potensi pemungutan suara ulang (PSU) itu, ada di dua TPS di Tegal dan satu TPS di Jepara. Rencananya, PSU kami laksanakan Sabtu 20 April nanti. Kami sudah berkoordinasi dengan KPU setempat dan perlu diketahui bahwa tiga TPS itu sudah kita siapkan logistik surat suara dan lain sebagainya,” terang Yulianto.

Komisioner Bawaslu Jateng Divisi Penyelesaian Sengketa, Heru Cahyono menambahkan, pemungutan suara di 35 kabupaten/kota berjalan lancar sesuai mekanisme. Namun tak dipungkiri jika dijumpai sejumlah persoalan di TPS, seperti surat suara tertukar, kotak suara rusak, hingga persoalan tinta.

“Memang berjalan tertib. Namun persoalan yang muncul tersebut sudah bisa kita tangani dengan cepat berkat koordinasi dengan penyelenggara teknis setempat,” ujar Heru.

Sedangkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng, KH Ahmad Daroji menambahkan, pihaknya menginstruksikan MUI tiap kabupaten/kota untuk menyampaikan materi khutbah salat Jumat (19/4) besok, dengan sejuk. Seruan itu menyasar para khatib yang tersebar di 35.000 masjid di Jateng.

“Khutbah Jumat terakhir (12/4/2019) sebelum pencoblosan, kami mengimbau jamaah berbondong-bondong ke TPS agar jangan sampai Golput. Kedua, meminta jamaah tetap bersatu meskipun berbeda pilihan. Sedangkan besok kita minta lagi (khutbah para khatib) agar jamaah menunggu hasil penghitungan resmi dari KPU. Sedangkan bagi yang menang tidak usah umuk, untuk yang kalah tidak usah ngamuk,” pesannya.(IS)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *