Wagub: Jangan Terpecah, Jadikan Perbedaan untuk Persaudaraan

BANJARNEGARA (Asatu.id) – Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen memberikan tausiah di dua Pondok Pesantren (Ponpes) yang berada di Banjarnegara, Minggu (14/4). Yakni di Ponpes Putra-Putri Al Irsyad, Jalan Raya Gunungjati, Pagedongan Banjarnegara yang diasuh oleh KH Abdul Wahab, serta di Ponpes Roudlotussalam, Dusun Salam, Desa Rejasari, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara yang diasuh oleh KH Ibnu Malik.

Di dua Ponpes tersebut, Gus Yasin, sapaan akrab wagub, menyampaikan tausiah dan mauidloh hasanah berkaitan dengan menjaga persatuan menjelang Pemilu 2019.

Di Ponpes Putra-Putri Al Irsyad, Gus Yasin mengajak para santri maupun warga untuk mewaspadai isu intoleransi yang memicu perpecahan umat, sebelum, saat maupun pasca pemungutan suara Pemilu 2019.

Sedangkan pada kegiatan Haflah Attasyakur Akhirussanah Madin dan Ponpes Roudlotussalam, para santri maupun ribuan jamaah yang hadir juga diminta Gus Yasin untuk menghargai perbedaan pilihan pada Pemilu 2019 ini.

“Saya meminta agar jamaah untuk memahami ikhtilafu ummati rahmah. Jadikan perbedaan itu sebagai persaudaraan, saling menghormati, jangan terpecah belah,” tuturnya.

Putra ulama kharismatik KH Maimoen Zubair itu menilai, langkah para orang tua memasukkan putri-putri mereka ke dalam pendidikan pesantren merupakan langkah yang tepat. Pasalnya, saat ini marak dengan kondisi anak-anak yang tumbuh tidak berakhlak baik. Berani kepada orangtua maupun guru. Di pesantren, anak-anak akan mendapat pendidikan akhlakul karimah. Selain itu, juga mendapatkan pendidikan tentang cinta kepada ulama, kepada Nabi Muhammad SAW maupun kepada Allah SWT.

“Kenakalan-kenakalan yang terjadi sekarang ini karena dosa kecil yang menjalar menjadi dosa besar. Misalnya, mulai dari minum minuman keras, hingga berzina. Untuk itu, perkara kecil jangan diremehkan. Karena, efeknya akan menjadi besar,” tandasnya.

Gus Yasin menambahkan, pendidikan di Ponpes dapat menjadi penjaga bagi karakter generasi bangsa. Pendidikan di Ponpes juga dapat mempertebal keimanan bagi para santri yang mondok, sebab rutinitas ibadah dapat dilaksanakan dengan baik. Ibadah yang dilakukan pun tak hanya sekadar salat, tetapi membantu tetangga, menjaga lingkungan maupun keamanan dan ancaman dari perpecahan.

Dia juga mendorong dua pesantren yang dikunjungi itu memiliki produk khas yang mampu meningkatkan kemandirian pesantren dengan konsep Ekonomi Pesantren atau Ekotren. Produk-produk itu dapat dijual di toko ritel yang dibuat pesantren-pesantren. Soal perizinan, Gus Yasin akan membantu mengurusnya dan tidak dipungut biaya alias gratis. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *