Menjadi Hebat dengan Keluarga Ramah Anak

SEMARANG (Asatu.id) – Pengasuhan Anak adalah upaya untuk memenuhi kebutuhan akan kasih sayang, kelekatan, keselamatan, dan kesejahteraan yang menetap dan berkelanjutan demi kepentingan terbaik bagi Anak.(PP No 44 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pengasuhan Anak).

Direktur Pendidikan Yayasan Anantaka Tsaniatus Solihah mengatakan tujuan dari pengasuhan anak yaitu terpenuhinya pelayanan dasar dan kebutuhan setiap anak akan kasih sayang, kelekatan, keselamatan, kesejahteraan dan hak-hak sipil anak, serta diperolehnya kepastian pengasuhan yang layak bagi setiap anak.

“Pada kenyataan nya masih banyak anak-anak yang tidak berada pada pengasuhan layak anak, kekerasan masih banyak terjadi baik secara fisik ataupun psikis bahkan seksual di lingkungan keluarga,” ujarnya

Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Tengah tahun 2018 ada sebanyak 239 kasus kekerasan pada anak di Kota Semarang yang meliputi kekerasan fisik 74 Kasus, Kekerasan Psikis 86 Kasus dan Kekerasan Seksual 79 Kasus dimana tidak sedikit pelakunya adalah orang terdekat.

Dinas Sosial sejak tahun 2018 mengembangkan program konseling individu untuk anak-anak yang berada dalam situasi rentan termasuk rentan turun ke jalan, ada sebanyak 50 anak yang diberikan layanan konseling dan mereka semuanya mendapatkan kekerasan dari orang tua/pengasuh mereka.

Hal ini tidak berbeda di tahun 2019, dimana sampai bulan maret 2019 ada sebanyak 82 anak yang diberikan layanan konseling dan 90 persen dari mereka masih mendapatkan kekerasan baik di rumah, atau pun di sekolah.

Tsaniatus Solihah mengungkapkan penyebab kekerasan ada beberapa hal mulai dari faktor ekonomi, budaya yang sudah turun termurun, pendidikan dan juga ketidak tahuan dari masyarakat tentang kekerasan itu sendiri.

“Mereka masih beranggapan bahwa mereka mempunyai hak sepenuhnya sebagai orang tua untuk memperlakukan anak-anak nya sesuai dengan keinginan mereka termasuk dengan kekerasan,” jelasnya.

Kota Semarang sudah mempunyai layanan pengaduan untuk kasus kekerasan mulai dari tingkat kota ataupun di tingkat kecamatan namun program pencegahan belum sampai tingkat bawah, sampai menyentuh individu dari setiap warga penduduk Kota Semarang.

Beberapa waktu lalu berkaitan dengan hal tersebut Dinas Sosial Kota Semarang mengadakan kegiatan Wisata Edukasi untuk anak-anak dan orang tua dalam situasi rentan.

Kegiatan ini diisi dengan Nonton Film dan Diskusi terkait dengan pengasuhan di lingkungan keluarga. Tema yang diambil adalah “Menjadi Hebat dengan Keluarga Ramah Anak”.

Sementara itu, Plt.Kepala Dinas Sosial Kota Semarang Ayu Entys Wahyu Lestari menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Semarang perlu untuk memberikan pendampingan kepada keluarga-keluarga rentan untuk mewujudkan pengasuhan ramah anak, sehingga anak-anak nyaman berada di rumah dan tidak turun ke jalan.

“Kegiatan ini diharapkan bisa memberikan pengetahuan kepada orang tua untuk tidak melakukan kekerasan dalam pengasuhan sehari-hari,” tuturnya.

Kegiatan ini mengundang Narasumber Direktur Pendidikan Yayasan Anantaka Tsaniatus Solihah yang memberikan materi tentang pengasuhan ramah anak, dan juga dihadiri oleh Krisseptiana Hendrar Prihadi sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang yang memberikan sambutan dan penguatan kepada orang tua dan anak-anak. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *