Ormas Semarang Bersatu Komitmen Sukseskan Pemilu 2019

SEMARANG (Asatu.id) – Dalam menghadapi pesta demokrasi berupa Pemilu 2019 di Tanah Air, Forum Komunikasi Ormas  Semarang Bersatu ( FKSB) Kota Semarang menyelenggarakan sarasehan terkait peran  ormas dalam menyukseskan Pemilu 2019.

Hadir dalam acara tersebut Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Dewan Pembina FKSB Arnaz Andrar Asmara , Ketua Umum FKSB AM Jumai dan juga hadir Ketua PC NU Kota Semarang Kiyai Anasom ,  Ketua PD Muhammadiyah Kota Semarang , anggota KPU Kota Semarang Suyanto .

Acara yang bertajuk FGD tersebut sengaja memanggungkan Ketua NU dan Ketua Muhammadiyah Kota Semarang serta KPU Kota Semarang.

Dalam sambutannyaWalikota Semarang Hendrar Prihadi mengapresiasi kepada FKSB Kota Semarang yang menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Ormas kota semarang yang jumlahnya 220 ini sangat kondusif bahkan tahun 2019 ini Kota Semarang mendapatkan  penghargaan dari kemendagri sebagai Pemerintah pembina ormas terbaik se Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut Hendi mengungkapkan, Organisasi Masyarakat sebagai mitra strategis pemerintah memiliki posisi dan peran strategis dalam menciptakan pemilu damai dan aman.

“Adanya hoax, ujaran kebencian dan propaganda hal tersebut jelas sangat mengkhawatirkan stabilitas negara maupun masyarakat sehingga menjadi faktor ancaman keutuhan NKRI. Maka sangat tepat   tema yang diangkat pada kegiatan FGD ini adalalh Peran Ormas dalam Menciptakan Pemilu 2019 Damai Tertib dan Bermartabat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua FKSB Kota Semarnag Jumai mengatakan, FKSB bukan ormas baru  tapi merupakan forum komunikasi ormas-ormas yang ada di kota semarang .

“Diharapkan ormas memiliki kontribusi dan peran yang riil untuk berkiprah di masyarakat khususnya menjelang pemilu 2019.ormas diharapkan mampu menjaga netralitas dan memberikan pencerahan bagi masyarakat ,” imbunya.

Sementara itu, Ketua PC NU Kota Semarang Kiyai Anasom mengungkapkan, pentingnya memilih pemimpin dan harus taat kepada  pemimpin, beda posisi tapi tetap satu visi dalam negara kesatuan republik indonesia.

“Hindari politik uang karena itu bertentangan dengan agama. Saat ini yang kita butuhkan pemilu 2019 adalah jujur adil dan bermartabat,” ungkapnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *