Bank Jateng Optimalkan Peran dan Kontribusi Untuk Masyarakat Indonesia

Bank Jateng Optimalkan Peran dan Kontribusi Untuk Masyarakat IndonesiaSEMARANG (Asatu.id) – Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno mengatakan, diusia yang semakin matang yakni 56 tahun, Bank Jateng akan terus berkomitmen untuk lebih memaksimalkan peran dan kontribusi bagi masyarakat dan Indonesia.

Supriyatno menuturkan, peran dan kontribusi yang optimal sangat dibutuhkan masyarakat. Tidak sekadar mencari terobosan melainkan juga bersikap dalam melayani masyarakat.

“Memberikan nilai lebih dari berbagai hal, baik dalam melayani masyarakat maupun dalam hal lainnya. Pedekatan sangat diperlukan, salah satu cara untuk mewujudkannya dengan melakukan pendekatan budaya secara intens,” katanya, dalam Diskusi Publik “Mengoptimalkan Peran Bank Jateng” di Kantor Pusat Jalan Pemuda,” Semarang , Rabu (10/4).

Dalam diskusi tersebut menghadirkan keynote speaker Sekda Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono beserta sejumlah pembicara yaitu Budayawan Prie GS, Guru Besar Ekonomi Unika Soegijapranatas Prof Andreas Lako dan moderator Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Gunawan Permadi.

Sementara itu, Sekda Provinsi Jateng Sri Puryono mengatakan, kinerja Bank Jawa Tengah tahun 2018 lalu, berada pada jalur yang positif. Buktinya, pertumbuhan aset yang dimiliki pada tahun 2018 lalu sebesar 8,39 persen dari tahun sebelumnya.

“Pada tahun 2017, realisasi aset Bank Jateng berada di angka Rp 61,4 triliun. Angka tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 8,39 persen pada tahun ini. Realiasi aset sampai Desember 2018, naik menjadi Rp 66, 6 triliun dari realisasi tahun 2017,” ungkapnya.

Ke depan, lanjut Sri, diharapkan Bank Jawa Tengah mencapai kinerja yang terus tumbuh. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong Bank Jawa Tengah untuk saling bersinergi dengan BUMD di Jawa Tengah.

“Pemprov memiliki 10 BUMD yang bisa diajak bersinergi. Ada PT Citra Mandiri Jawa Tengah, BPR BKK, PT Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB), Kawasan Industri Wijaya Kusuma, PT Askrida, PT Pusat Rekreasi Promosi dan Pembangunan (PRPP), PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), PT Sarana Patra Hulu Cepu (SPHC), dan PT Jamkrida,” paparnya.

Dengan demikian, Bank Jateng dapat meningkatkan koordinasi dengan BUMD lainnya. Menjalin sinergi dan koordinasi yang baik sehingga dapat mengembangkan kinerja bisnis Bank Jawa Tengah ke depan.

“Kami mengapresiasi kinerja dan layanan Bank Jateng saat ini dan berharap ke depan bisa terus mengoptimalkan peran dan bisa berkontribusi bagi masyarakat Jawa Tengah,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *