Rencana Akan Dipindah, Pedagang Barang Antik Kota Lama Legowo

Rencana Akan Dipindah, Pedagang Barang Antik Kota Lama LegowoSEMARANG (Asatu.id) – Pedagang barang antik Kota Lama rencananya akan direlokasi, sebagai imbas dari revitalisasi Kawasan Kota Lama yang saat ini tengah dalam percepatan.

Ketua Paguyuban Pedagang Barang Seni (Padangrani) Kota Lama, Tri Lukito, mengayakan, total pedagang berjumlah 36 pedagang, dan rencananya akan direlokasi ke gedung yang dibelakang Gereja Blenduk.

“Persisnya di depan Asrama Polisi Militer (PM) Kota Lama. Memang lokasi pindahnya tidak terlalu jauh. Sebagian besar pedagang menyetujui rencana itu, demi kemajuan Kota Semarang,” katanya, Sabtu (30/3).

Dikatakannya tujuan awal para pedagang mendirikan pasar barang seni dan antik tersebut yaitu ikut mengangkat Kota Lama sebagai destinasi wisata yang lengkap.

“Selaku warga negara yang baik, mengikuti peraturan pemerintah. Tujuan awal kita mendirikan pasar seni itu untuk mengangkat kota lama menjadi destinasi wisata yang lengkap,” katanya.

Hal itulah yang membuat para pedagang legowo untuk dipindah. Apalagi, selain dipindah, Pemkot Semarang melalui Dinas Perdagangan Kota Semarnag juga memfasilitasi mereka dilokasi baru dengan gerobak yang juga baru.

“Kalau kemauan pribadi kita memang suka diluar. Karena bisa menjadi sarana edukasi pengunjung Kota Lama juga,” katanya.

Menurutnya, ketika berada di dalam gedung, para pengunjung akan berfikir dua kali untuk masuk.

“Kalau di dalam gedung kan pasti membuat masyarakat yang datang juga ogah-ogahan karena kan pasti pikirannya masyarakat ketika masuk gedung itu seperti masuk ke sebuah pasar yang memang harus beli,” ujarnya.

Meski begitu, demi memperlancar proses revitalisasi Kota Lama, mereka legowo untuk dipindah ke dalam gedung atau di lokasi yang baru.

“Tetapi karena itu sudah menjadi program Pak Walikota Semarang, kita sebagai warga negara akan mengikutinya,” ujarnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *