DPU Kota Semarang Mulai Perbaiki Saluran Kali Tenggang dan Sringin

DPU Kota Semarang Mulai Perbaiki Saluran Kali Tenggang dan SringinSEMARANG (Asatu.id) – Untuk mendukung program pembangunan pengendali banjir sistem Tenggang dan Sringin oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang akan memulia kegiatan normalisasi saluran sekunder dan tersier Sungai Tenggang dan Sungai Sringin.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengatakan, program pengendali banjir di Sungai Tenggang dan Sringin yang dibiayai oleh Pemerintah Pusat ditargetkan rampung pada akhir Bulan April 2019 mendatang.

“Program tersebut dibiayai APBN, dan penanganannya di daerah situ saja. Sementara saluran tersier dan sekunder jadi ranah pemkot,” katanya.

Lebih lanjut, ISwar mengungkapkan, untuk perbaikan saluran sekunder dan tersier, pihaknya menerjunak setidaknya 12 alat berat untuk perbaikan atau normaslisasi saluran.

“Itu kami melakukan normalisasi di saluran tersier dan sekunder. Ada 12 alat berat yang kami kerahkan untuk normalisasi ini. Kami juga ingin memastikan tidak ada sumbatan-sumbatan agar aliran air lancar ke rumah pompa,” ungkapnya.

Sebagai informasi, ada beberapa paket pekerjaan pengendalian banjir wilayah timur Kota Semarang. Kementerian PUPR melalui BBWS Pemali Juana bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang, sejak Desember 2016 memulai pekerjaan pembangunan pengendali banjir rob Semarang yang dibagi dalam dua paket pekerjaan, yakni Sistem Polder Sringin dan Tenggang.

Saat ini pekerjaan kedua paket progres fisiknya telah mencapai 90 persen lebih dan ditargetkan rampung pada Juni 2019.

Pekerjaan Paket I mencakup pembuatan kolam retensi Banjardowo berkapasitas 30.000 m3, normalisasi serta perbaikan parapet Kali Sringin, pembangunan pintu muara dan Polder Kali Sringin dengan tanggul dari Kali Tenggang ke Sringin.

Polder Sringin tersebut dilengkapi dengan pompa berkapasitas 5 x 2 m3/detik yang dapat berfungsi memompa air rob kembali ke laut.

Pekerjaan Paket I dilakukan kontraktor PT ADHI – PT Basuki, KSO dengan pendanaan APBN 2016-2019 senilai Rp 202,12 miliar.

Sementara itu, untuk pekerjaan Paket II berupa pembuatan kolam retensi Rusunawa Kaligawe berkapasitas 66.000 m3, pembangunan pintu muara dan Polder Tenggang di muara Kali Tenggang, dengan tanggul penahan di kawasan terminal dan industri Terboyo dan normalisasi serta perbaikan parapet Kali Tenggang.

Polder Tenggang dilengkapi pompa berkapasitas 6 x 2 m3/detik. Pekerjaan paket II dilakukan kontraktor PT WIKA – PT AMB, KSO dengan pendanaan APBN 2016-2019 senilai Rp 259,26 miliar.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *